Ya Allah dalam perjalanan hamba dari bandara Minangkabau menuju bandara Sukarno Hatta, hamba membaca koran terbitan ibu kota, ada berita tertulis, “Hingga hari ke tujuh invasi Israel ke Gaza, lebih 420 orang tewas dan 2.100 terluka”, kemudian lanjutan berita tersebut “Sembilan masjid telah hancur sejak serangan pertama, Sabtu, (27/12/2008)”.
Hamba sungguh sedih dan pilu, karena hamba tidak mampu mencegah kebiadaban dan keganasan Zionis Israel kepada rakyat Gaza yang merupakan umat nabi Muhammad saw. Padahal rakyat Gaza sudah susah karena blokade yang diterapkan Zionis Isael dan di dukung antek-anteknya.
Ya Allah, blokade yang telah berlangsung dua tahun menyebabkan rakyat Gaza sengsara, merana dan menjadi fakir miskin bahkan ada suatu keluarga dengan delapan orang anak yang makan rumput karena sudah tidak ada lagi yang akan mereka makan, 80% pabrik roti tutup, 80% wilayah Gaza dalam keadaan gelap gulita setiap hari, saat ini suhu udara beranjak mendekati nol derajat celcius sungguh sangat dingin sekali, 150 jenis obat sudah habis, 50% ambulan berhenti beroperasi karena tidak ada lagi bahan bakarnya.
Ya Allah, hamba tidak dapat membayangkan bagaimana sedihnya para orang tua, menderitanya anak-anak, karena kondisi yang sedang mereka hadapi begitu hebat dan berat.
Ya Allah, hamba teringat dengan suatu riwayat yang menjelaskan bahwa salah satu doa yang mustajab adalah doa orang yang sedang safar (perjalanan) (*).
Ya Allah Engkau tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.
Ya Allah Engkau Maha Mengetahui bahwa hamba-Mu ini sedang safar dalam rangka mencari ridha-MU, mengharapkan kasih sayang-Mu, maka kabulkan permohonan dan doa hamba.
Ya Allah yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Yang Menguasai Manusia, Pemilik alam semesta.
Jatuhkanlah pesawat-pesawat tempur Zionis Israel, luluh lantakkan peralatan militer mereka, bungkamkanlah roket dan persenjataan mereka, cerai-beraikan pasukan mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, berilah rasa gentar kepada mereka, kalahkan mereka, hancurkan mereka, hinakan mereka.
Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum.
Ya Dzal Jalali wal Ikram.
Beri kesabaran dan ketegaran kepada rakyat Gaza, bantulah para mujahidin di sana, satukan hati mereka dalam berjuang, beri kekuatan kepadanya, beri kemenangan kepadanya, muliakan mereka.
Ya Allah susahkan mereka yang telah menyusahkan umat nabi Muhammad saw.
Ya Allah hancurkan mereka yang telah menghancurkan umat nabi Muhammad saw.
Ya Allah hinakan mereka yang telah menghinakan umat nabi Muhammad saw.
Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum.
Ya Dzal Jalali wal Ikram.
Ya Allah turunkanlah pasukan khusus-Mu sebagaimana yang pernah Engkau turunkan ketika perang Badar, perang Khandak dan perang Khaibar.
Ya Allah kabulkanlah permohonan hamba, jangan Engkau tolak doa hamba karena dosa, maksiat dan pelanggaran yang pernah hamba lakukan.
Ya Allah hamba bertaubat kepada-Mu, hamba mohon ampun dan mohon maaf kepada-Mu.
Sampaikan salam dan shalawat hamba kepada Rasulullah saw, keluarganya dan sahabatnya yang mulia.
Amin.
*) “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi kemustajabannya: Doa orang yang di zalimi, doa musafir, dan doa buruk (kutukan) orang tua terhadap anaknya. “ (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Al Bazar).
(Ditulis dan dibaca di angkasa, di atas awan dalam perjalanan di sore hari saat menuju bandara Sukarno Hatta dari bandara Minangkabau, Sabtu, 3 Januari 2009).
H. Ferry Nur S.Si
Email : ferryn2006@yahoo.co.id
Website : kispa.org
Salurkan Infaq Peduli Al Aqsha
Ke Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi
No. Rek. 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA
Selasa, 13 Januari 2009
Kamis, 18 Desember 2008
RUHANI YANG RINGKIH
Nasehat dari alm Ust. H. Ahmad Madany, Lc
Ada fenomena berbahaya yang menggejala pada sebagian kader
dakwah.
Fenomena tersebut dapat terbaca oleh mereka yang jeli memperhatikan
tutur kata, pandangan mata serta gerak langkah kader tadi. Fenomena yang
dimaksud berupa melemahnya aspek ibadah serta meringkihnya sisi ruhiyah.
Bagi kalangan kader yang mengemban tugas menggerakkan roda dakwah (amilin), hal demikian sangat berbahaya dan berpotensi besar melemahkan kekuatan harakah, disamping sebagai bukti menjauhnya mereka dari manhaj yang mereka kenali. Semua kita tahu bahwa aspek ruhiyah serta ibadah merupakan garapan terdepan manhaj tarbiyah. Penekanan terhadap kedua aspek tadi bukanlah suatu yang berlebihan sehingga mengesankan adanya upaya pembentukan arus tasawuf dalam harakah dakwah. Yang jelas kedua aspek tadi adalah amar (perintah) dari Allah yang harus ditegakkan di samping menjadi wasilah atau sarana yang akan menopang soliditas harakah.
Al-Quran banyak sekali memberi penekanan terhadap aspek-aspek ruhiyah, ibadah, taqarrub, khasysyah, inabah, tsiqah serta tawakal kepada Allah. Begitupun sunnah nabawiyah memberikan perhatian besar terhadap semua aspek tadi seraya banyak sekali menuangkan permisalan agar dapat dipahami maknanya dengan baik. Aplikasi nilai-nilai tadi akan mampu mengokohkan ruhiyah dan memberikan peluang kepada diri untuk mengembangkan potensi yang selanjutnya mampu memikul amanah dakwah.Selain itu, setiap kader akan dapat merasakan manisnya iman, indahnya zuhud, mementingkan yang disediakan Allah di akhirat serta tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan. Apabila nilai-nilai tadi lepas dari genggaman setiap kader, maka akan meringkihkan ruhiyahnya, kemudian sakit dan berakhir dengan kematian ruhiyah tersebut, nau`dzubillah. Fenomena ruhiyah yang ringkih dan lemah tidak sedikit jumlahnya. Di sini disebutkan sebagian sambil menurunkan beberapa kasus dilapangan agar dapat menjadi peringatan bagi setiap kader agar ia dapat segera mengatasinya.
1.Merasakan keras dan kasarnya hati, sampai-sampai seseorang merasakan bahwa hatinya telah berubah menjadi batu keras. Di mana tidak ada sesuatupun yang dapat merembes kepadanya ataupun mempengaruhinya. Ungkapan ini tidaklah berlebihan, bukankah Al-Qur'an telah menerangkan bahwa hati dapat mengeras sekeras batu. Allah berfirman, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi?". (Q.S. Al-Baqarah: 74).
2. Perangai yang tersumbat dan dada yang sempit. Sampai-sampai terasa ada beban berat menghimpit dan nyaris terengah-engah kelelahan, sering mengomel dan mengeluh terhadap sesuatu yang tidak jelas atau gelisah dan sempit dalam pergaulan sehingga tidak peduli terhadap derita orang lain, bahkan timbul ketidaksukaan kepada mereka.
3.Tidak terpengaruh oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung ancaman, tuntutan, larangan atau tentang peristiwa kiamat. Dia mendengarkan Al-Qur'an seperti mendengar kalam-kalam lainnya. Lebih berbahaya lagi apabila dia merasa sempit ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an seperti sempitnya dia ketika mendengarkan omongan orang lain. Dia tidak menyediakan waktu sedikitpun untuk tilawah dan apabila mendengarnya dari orang lain dia tidak melakukannya dengan khusyu' dan tenang.
4.Peristiwa kematian tidak memberikan bekas pada dirinya. Begitu juga ketika menyaksikan orang mati, mengusung jenazah atau menguburkannya di liang lahat, sedikitpun tidak ada pengaruh pada dirinya. Jika melewati pekuburan seakan hanya berpapasan dengan batu-batu bisu, dan tidak mengingatkannya akan kematian.
5.Kecintaanya terhadap kesenangan duniawi senantiasa bertambah. Kesukaannya memenuhi syahwat selalu berkobar. Fikirannya tidak jauh dari pelampiasan syahwat tadi sehingga dia merasa tentram bila sudah memperolehnya. Apabila melihat orang lain memperoleh kenikmatan dunia seperti; harta, kedudukan, pangkat, rumah atau pakaian yang bagus, dia merasa tersiksa dan menganggap dirinya gagal. Lebih tersiksa lagi apabila yang mendapatkan kenikmatan duniawi itu adalah saudaranya sendiri atau sahabatnya. Terkadang timbul pada dirinya penyakit hasad atau dengki di mana dia tidak ingin kenikmatan itu tetap ada pada saudaranya.
6.Ada kegelapan dalam ruhiyah yang berbekas di wajahnya. Hal ini dapat diamati oleh mereka yang memiliki ketajaman firasat dan memandang dengan nur Allah. Setiap mu'min memiliki nur sesuai dengan kadar keimanannya, dia mampu melihat sesuatu yang tidak mampu dilakukan orang lain. Kegelapan ruhiyah tadi ada begitu pekat sampai begitu jelas tergambar di wajahnya dan dapat diamati oleh mereka yang memiliki firasat imaniyah paling lemah sekalipun. Tetapi kegelapan yang remang-remang hanya dapat diamati oleh mereka yang memiliki firasat imaniyah yang kuat.
7.Bermalas-malasan dalam melakukan kebaikan dan ibadah. Hal tersebut terlihat dengan kurangnya perhatian dan semangat. Shalat yang dilakukan hanya sekedar gerakan, bacaan, berdiri dan duduk yang tidak memiliki atsar atau pengaruh sedikitpun. Bahkan tampak dia merasa terganggu oleh shalat seakan dia berada dalam penjara yang dia ingin berlepas darinya secepat mungkin.
8.Lupa yang keterlaluan kepada Allah. Sedikitpun dia tidak berdzikir dengan lisannya dan tidak juga ingat kepada-Nya. Padahal dia selalu menyaksikan ciptaan Allah SWT. Bahkan terkadang dia merasa keberatan untuk sekedar berdzikir atau berdo'a kepadanya. Jika dia mengangkat tangannya, cepat sekali dia turunkan kembali untuk segera pergi.Ruhiyah yang ringkih seperti sudah dipaparkan sebelumnya, fenomenanya mulai terlihat jelas pada hari-hari ini. Ia termanifestasi dalam perasaan, pikiran, sikap dan perilaku yang itampilkan oleh kader-kader dakwah dalam pergaulan dakwahnya, sebagaimana juga dalam pergaulan sosial, ekonomi dan politik. Keringkihan ruhiyah ini - apapun bentuknya - hanya menghasilkan kerentanan dan kerawanan atas berbagai bentuk fitnah yang bisa muncul. Fitnah yang bisa merusak kebaikan individu, organisasi dan jama'ah dakwah secara keseluruhan. Berbagai persoalan yang kita hadapi dalam perjalanan dakwah ini tentu saja memerlukan penyelesaian secara menyeluruh dan terpadu. Bukan saja pada aspek manusianya, tetapi juga sistem, kebijakan dan budaya gerakan. Namun kita juga memahami, sentral dari semua kekuatan dakwah kita adalah pada sumber daya manusia (kader) nya. Dan sentral kekuatan setiap kader adalah pada jiwa atau ruhaninya. Mengobati ruhiyah yang sakit, menguatkan yang sehat, serta memeliharanya agar tetap sehat dan kuat menjadi pekerjaan paling penting. Bagaimana kita melakukan semua itu secara individual? Berikut saya lanjutkan taujih dan wasiat almarhum ustadz Ahmad Madani, Lc. tentang kiat penyembuhan ruhiyah yang ringkih.
-o0o-
Kiat penyembuhanya
1. Selalu dzikrullah.
Yaitu senantiasa berdzikir dengan lisan disertai dengan persetujuan hati, tafakur akan ciptaan Allah dan mengambil petunjuk melalui makhluk-makhluk-Nya untuk mengetahui keagungan kekuasaan-Nya, kecermatan hikmah-Nya, keluasan rahmat-Nya, serta keterikatan makhluk dengan-Nya. Juga selalu merasakan pengawasan Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak terhadap manusia serta pentingnya memiliki sifat malu kepada-Nya. Semua hal tersebut di atas tidak mungkin dicapai dengan mudah bagi orang yang ringkih ruhiyahnya. Untuk memperolehnya diperlukan kesabaran, tekad, tidak gelisah serta bertahap sedikit demi sedikit. Setap kali dia memperoleh sebagian hal di atas maka akan menguatlah ruhiyahnya dan semakin berkurang keringkihannya hingga sirna tanda-tanda penyakit ruhiyah tadi. Selanjutnya dia memasuki tahap penyembuhan sampai sembuh total. Ketika itulah dia akan merasakan nikmatnya nilai-nilai luhur tadi dan dia akan semakin lengket kepadanya. Orang yang ringkih ruhiyahnya bagikan penderita sakit yang tidak nafsu kepada makanan yang enak.Tetapi dengan berlalunya waktu dan mencoba memasukkan makanan sedikit demi sedikit, fisiknya akan kembali kuat dan sirnalah tanda-tanda penyakit. Setelah itu dia kembali sehat dan dapat menikmati makanan yang enak dengan penuh kerinduan dan suka cita
.
2. Menghadirkan potret akhirat dan segala yang terjadi ketika itu.
Ada orang yang berkeinginan untuk dapat kembali ke dunia guna menghabiskan seluruh umurnya demi keselamatannnya jika mungkin. Hendaknya seorang kader merenung bahwa rumah akhirat pertama yang akan ditempatinya adalah kubur. Hendaklah dia membayangkannya dengan tajam, memasang potret kubur yang gelap itu di ingatannya serta mengenang tidurnya yang sendirian di mana tidak ada penghibur kecuali amalnya.
Tersebutlah dahulu ada seorang shalih yang arif menggali sebuah kubur di rumahnya, setiap kali dia merasa kekerasan di hatinya, dimasukinya kubur tersebut seraya membaca firman Allah, "Dia berkata, Ya Rabb kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah kutinggalkan" (Q.S. Al- Mu'minun: 99-100). Kemudian orang shalih itu berkata, "Wahai jiwa, kini engkau telah kembali ke dunia, maka beramallah yang shalih!.
.
3. Hendaklah setiap kader ingat bahwa kematian lebih dekat kepadanya dari tali sendalnya.
Janganlah dia tertipu oleh masa muda, kekuatan serta kesegarannya. Kematian tidak mengenal masa muda. Kekuatan dan kesehatan tidak mampu mencegah kehadirannya. Di antara hikmah dan rahmat Allah kepada kita, Dia memperlihatkan kepada kita kematian yang merenggut nyawa seorang bayi, anak kecil, orang muda, orang tua dan juga orang sakit. Oleh karenanya setiap orang harus ingat bahwa dia pasti mengalami kematian kapan saja agar selalu bertambah kehati-hatian dan bersiap-siap meninggalkan dunia.
Tahukah engkau wahai saudaraku tentang kematian dan sakaratul maut yang menakutkan itu? Ketika sakaratul maut tiba pada diri seseorang, syaitan menghimpun segala kekuatan, kelicikan dan fikirannya. Dia berkata kepada dirinya, "Jika orang ini lepas dari genggamanku, aku tidak akan mampu lagi mempengaruhinya." Maka dibujuknya orang itu untuk kufur, dicintakan kepadanya kemurtadan dan dihiasinya dunia di matanya sembari mengingatkan orang tersebut akan kenikmatan yang dia inginkan, agar orang tersebut berpaling dari akhirat dan harapan bertemu Allah.Akhirnya orang itupun tidak ingin mengalami kematian dan matilah dia dalam kekufuran, nauzubillah. Diceritakan tentang seorang arif yang dikunjungi oleh para sahabatnya ketika sedang menderita sakit yang membawa kepada kematiannya. Ketika itu mereka melihat orang bijak tadi menangis. Maka dihiburnyalah dia dengan mengingatkan bahwa seluruh perbuatannya adalah baik dan rahmat Allah pasti tercurah untuknya. Orang arif tersebut berkata, "Aku menangisi imanku yang aku khawatirkan dirampas ketika sakaratul maut!" Bukanlah tempatnya di sini untuk menerangkan hakikat ucapan orang arif tersebut. Cukuplah sebagai pelajaran bagi setiap kader bahwa menghadirkan kematian dan tidak melupakannnya akan membuat dirinya senantiasa merasa asing hidup di dunia ini. Dia dapat memahami dengan baik ma'na ungkapan Rasul SAW, "Jadilah engkau di dunia, seakan seorang asing atau (bahkan) pengembara. Dan golongkan dirimu dalam kelompok penduduk kubur." (HR Bukhari, Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majjah dari Abdullah bin Umar).
Perasaan terasing tersebut berdampak sangat unik, diantaranya: Pertama, segala sandungan serta cobaan yang dialami oleh setiap kader akan terasa ringan. Kedua, derita terasa ringan, hati menjadi sabar, kebahagiaan yang tercela mengisut dan dunia yang menipu menjadi jauh. Ketiga, pandangan kader akan tertuju ke tempat tinggal yang sebenarnya berupa rumah akhirat. Dia tidak merasa tentram dengan kehidupan duniawi apalagi condong kepadanya. Seorang asing menyadari bahwa menetapnya di negeri asing hanyalah sementara sedang hatinya selalu menoleh ke rumah yang tidak akan pernah binasa, rumah bahagia dan tanpa derita. Rumah yang dekat dangan Rabbnya di mana dia dapat melihat-Nya. Dan apabila seorang kader merenungi kenikmatan akhirat dia pun akan terbuai harapan dan cita-cita. Harapan yang benar tentunya harus diiringi upaya yang sungguh-sungguh agar dapat sampai kepada yang dicita-citakan.
.
4. Memelihara dengan serius segala sarana penyuci diri dan menopangnya dengan kekuatan dan semangat.
Sesungguhnya ruhani dapat menjadi kotor dan butuh penyucian. Dia pun akan mengalami kelesuan maka harus selalu diberi semangat. Dia juga mengalami sakit yang membutuhkan pengobatan. Sebagaimana dia pun mengalami kelemahan yang perlu diberi kekuatan. Semuanya itu berupa ibadah yang terus menerus dan yang paling utama adalah shalat.
Maka bukanlah suatu yang mengada-ada apabila Rasulullah mewasiatkan pentingnya shalat kepada ummatnya ketika beliau akan menutup hayatnya. Shalat, suatu ibadah yang menyenangkan dan dapat menyucikan ruh dari segala kotoran dan menghubungkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Begitu pula harakah ini pun mewasiatkan kepada setiap kader untuk membaca Al- Qur'an sebelum shubuh atau sesudahnya, membaca wirid ma'tsurat sughra dan berziarah kubur sekali dalam sepekan setelah melaksanakan tugas-tugas di atas. Untuk memudahkan bangun pagi, setiap akh hendaknya menghindari tidur terlalu malam jika tidak ada kepentingan mendesak. Merekapun hendaknya tidak membiasakan menggunakan jam weker.
.
Wahai ikhwah!!..
Kami mencintai kalian sebagaimana kami mencintai diri kami sendiri. Kami berharap agar cinta ini berharga di sisi Allah sebagaimana kami pun berharap semoga Allah menghimpun kita dalam kebenaran dan jihad di dunia serta kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Apa yang kami sampaikan ini bukanlah sekedar tulisan untuk mengisi kekosongan, menyenangkan fikiran atau menyegarkan jiwa sesaat saja dan setelah itu tak ada lagi guna. Tulisan ini adalah arahan yang harus kita pegang erat karena dia adalah bagian dari manhaj Islam. Dengan melaksanakan apa yang tertera di sini, kalian akan mampu dengan idzinAllah, memikul da'wah dan jihad fi sabilillah. Pasanglah tekad kalian untuk melaksanakannya dan jujurlah kepada Allah niscaya Allah akan membuktikan apa yang dijanjikan-Nya.
Diposkan oleh fkp di 19:54:00
Ada fenomena berbahaya yang menggejala pada sebagian kader
dakwah.
Fenomena tersebut dapat terbaca oleh mereka yang jeli memperhatikan
tutur kata, pandangan mata serta gerak langkah kader tadi. Fenomena yang
dimaksud berupa melemahnya aspek ibadah serta meringkihnya sisi ruhiyah.
Bagi kalangan kader yang mengemban tugas menggerakkan roda dakwah (amilin), hal demikian sangat berbahaya dan berpotensi besar melemahkan kekuatan harakah, disamping sebagai bukti menjauhnya mereka dari manhaj yang mereka kenali. Semua kita tahu bahwa aspek ruhiyah serta ibadah merupakan garapan terdepan manhaj tarbiyah. Penekanan terhadap kedua aspek tadi bukanlah suatu yang berlebihan sehingga mengesankan adanya upaya pembentukan arus tasawuf dalam harakah dakwah. Yang jelas kedua aspek tadi adalah amar (perintah) dari Allah yang harus ditegakkan di samping menjadi wasilah atau sarana yang akan menopang soliditas harakah.
Al-Quran banyak sekali memberi penekanan terhadap aspek-aspek ruhiyah, ibadah, taqarrub, khasysyah, inabah, tsiqah serta tawakal kepada Allah. Begitupun sunnah nabawiyah memberikan perhatian besar terhadap semua aspek tadi seraya banyak sekali menuangkan permisalan agar dapat dipahami maknanya dengan baik. Aplikasi nilai-nilai tadi akan mampu mengokohkan ruhiyah dan memberikan peluang kepada diri untuk mengembangkan potensi yang selanjutnya mampu memikul amanah dakwah.Selain itu, setiap kader akan dapat merasakan manisnya iman, indahnya zuhud, mementingkan yang disediakan Allah di akhirat serta tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan. Apabila nilai-nilai tadi lepas dari genggaman setiap kader, maka akan meringkihkan ruhiyahnya, kemudian sakit dan berakhir dengan kematian ruhiyah tersebut, nau`dzubillah. Fenomena ruhiyah yang ringkih dan lemah tidak sedikit jumlahnya. Di sini disebutkan sebagian sambil menurunkan beberapa kasus dilapangan agar dapat menjadi peringatan bagi setiap kader agar ia dapat segera mengatasinya.
1.Merasakan keras dan kasarnya hati, sampai-sampai seseorang merasakan bahwa hatinya telah berubah menjadi batu keras. Di mana tidak ada sesuatupun yang dapat merembes kepadanya ataupun mempengaruhinya. Ungkapan ini tidaklah berlebihan, bukankah Al-Qur'an telah menerangkan bahwa hati dapat mengeras sekeras batu. Allah berfirman, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi?". (Q.S. Al-Baqarah: 74).
2. Perangai yang tersumbat dan dada yang sempit. Sampai-sampai terasa ada beban berat menghimpit dan nyaris terengah-engah kelelahan, sering mengomel dan mengeluh terhadap sesuatu yang tidak jelas atau gelisah dan sempit dalam pergaulan sehingga tidak peduli terhadap derita orang lain, bahkan timbul ketidaksukaan kepada mereka.
3.Tidak terpengaruh oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung ancaman, tuntutan, larangan atau tentang peristiwa kiamat. Dia mendengarkan Al-Qur'an seperti mendengar kalam-kalam lainnya. Lebih berbahaya lagi apabila dia merasa sempit ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an seperti sempitnya dia ketika mendengarkan omongan orang lain. Dia tidak menyediakan waktu sedikitpun untuk tilawah dan apabila mendengarnya dari orang lain dia tidak melakukannya dengan khusyu' dan tenang.
4.Peristiwa kematian tidak memberikan bekas pada dirinya. Begitu juga ketika menyaksikan orang mati, mengusung jenazah atau menguburkannya di liang lahat, sedikitpun tidak ada pengaruh pada dirinya. Jika melewati pekuburan seakan hanya berpapasan dengan batu-batu bisu, dan tidak mengingatkannya akan kematian.
5.Kecintaanya terhadap kesenangan duniawi senantiasa bertambah. Kesukaannya memenuhi syahwat selalu berkobar. Fikirannya tidak jauh dari pelampiasan syahwat tadi sehingga dia merasa tentram bila sudah memperolehnya. Apabila melihat orang lain memperoleh kenikmatan dunia seperti; harta, kedudukan, pangkat, rumah atau pakaian yang bagus, dia merasa tersiksa dan menganggap dirinya gagal. Lebih tersiksa lagi apabila yang mendapatkan kenikmatan duniawi itu adalah saudaranya sendiri atau sahabatnya. Terkadang timbul pada dirinya penyakit hasad atau dengki di mana dia tidak ingin kenikmatan itu tetap ada pada saudaranya.
6.Ada kegelapan dalam ruhiyah yang berbekas di wajahnya. Hal ini dapat diamati oleh mereka yang memiliki ketajaman firasat dan memandang dengan nur Allah. Setiap mu'min memiliki nur sesuai dengan kadar keimanannya, dia mampu melihat sesuatu yang tidak mampu dilakukan orang lain. Kegelapan ruhiyah tadi ada begitu pekat sampai begitu jelas tergambar di wajahnya dan dapat diamati oleh mereka yang memiliki firasat imaniyah paling lemah sekalipun. Tetapi kegelapan yang remang-remang hanya dapat diamati oleh mereka yang memiliki firasat imaniyah yang kuat.
7.Bermalas-malasan dalam melakukan kebaikan dan ibadah. Hal tersebut terlihat dengan kurangnya perhatian dan semangat. Shalat yang dilakukan hanya sekedar gerakan, bacaan, berdiri dan duduk yang tidak memiliki atsar atau pengaruh sedikitpun. Bahkan tampak dia merasa terganggu oleh shalat seakan dia berada dalam penjara yang dia ingin berlepas darinya secepat mungkin.
8.Lupa yang keterlaluan kepada Allah. Sedikitpun dia tidak berdzikir dengan lisannya dan tidak juga ingat kepada-Nya. Padahal dia selalu menyaksikan ciptaan Allah SWT. Bahkan terkadang dia merasa keberatan untuk sekedar berdzikir atau berdo'a kepadanya. Jika dia mengangkat tangannya, cepat sekali dia turunkan kembali untuk segera pergi.Ruhiyah yang ringkih seperti sudah dipaparkan sebelumnya, fenomenanya mulai terlihat jelas pada hari-hari ini. Ia termanifestasi dalam perasaan, pikiran, sikap dan perilaku yang itampilkan oleh kader-kader dakwah dalam pergaulan dakwahnya, sebagaimana juga dalam pergaulan sosial, ekonomi dan politik. Keringkihan ruhiyah ini - apapun bentuknya - hanya menghasilkan kerentanan dan kerawanan atas berbagai bentuk fitnah yang bisa muncul. Fitnah yang bisa merusak kebaikan individu, organisasi dan jama'ah dakwah secara keseluruhan. Berbagai persoalan yang kita hadapi dalam perjalanan dakwah ini tentu saja memerlukan penyelesaian secara menyeluruh dan terpadu. Bukan saja pada aspek manusianya, tetapi juga sistem, kebijakan dan budaya gerakan. Namun kita juga memahami, sentral dari semua kekuatan dakwah kita adalah pada sumber daya manusia (kader) nya. Dan sentral kekuatan setiap kader adalah pada jiwa atau ruhaninya. Mengobati ruhiyah yang sakit, menguatkan yang sehat, serta memeliharanya agar tetap sehat dan kuat menjadi pekerjaan paling penting. Bagaimana kita melakukan semua itu secara individual? Berikut saya lanjutkan taujih dan wasiat almarhum ustadz Ahmad Madani, Lc. tentang kiat penyembuhan ruhiyah yang ringkih.
-o0o-
Kiat penyembuhanya
1. Selalu dzikrullah.
Yaitu senantiasa berdzikir dengan lisan disertai dengan persetujuan hati, tafakur akan ciptaan Allah dan mengambil petunjuk melalui makhluk-makhluk-Nya untuk mengetahui keagungan kekuasaan-Nya, kecermatan hikmah-Nya, keluasan rahmat-Nya, serta keterikatan makhluk dengan-Nya. Juga selalu merasakan pengawasan Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak terhadap manusia serta pentingnya memiliki sifat malu kepada-Nya. Semua hal tersebut di atas tidak mungkin dicapai dengan mudah bagi orang yang ringkih ruhiyahnya. Untuk memperolehnya diperlukan kesabaran, tekad, tidak gelisah serta bertahap sedikit demi sedikit. Setap kali dia memperoleh sebagian hal di atas maka akan menguatlah ruhiyahnya dan semakin berkurang keringkihannya hingga sirna tanda-tanda penyakit ruhiyah tadi. Selanjutnya dia memasuki tahap penyembuhan sampai sembuh total. Ketika itulah dia akan merasakan nikmatnya nilai-nilai luhur tadi dan dia akan semakin lengket kepadanya. Orang yang ringkih ruhiyahnya bagikan penderita sakit yang tidak nafsu kepada makanan yang enak.Tetapi dengan berlalunya waktu dan mencoba memasukkan makanan sedikit demi sedikit, fisiknya akan kembali kuat dan sirnalah tanda-tanda penyakit. Setelah itu dia kembali sehat dan dapat menikmati makanan yang enak dengan penuh kerinduan dan suka cita
.
2. Menghadirkan potret akhirat dan segala yang terjadi ketika itu.
Ada orang yang berkeinginan untuk dapat kembali ke dunia guna menghabiskan seluruh umurnya demi keselamatannnya jika mungkin. Hendaknya seorang kader merenung bahwa rumah akhirat pertama yang akan ditempatinya adalah kubur. Hendaklah dia membayangkannya dengan tajam, memasang potret kubur yang gelap itu di ingatannya serta mengenang tidurnya yang sendirian di mana tidak ada penghibur kecuali amalnya.
Tersebutlah dahulu ada seorang shalih yang arif menggali sebuah kubur di rumahnya, setiap kali dia merasa kekerasan di hatinya, dimasukinya kubur tersebut seraya membaca firman Allah, "Dia berkata, Ya Rabb kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah kutinggalkan" (Q.S. Al- Mu'minun: 99-100). Kemudian orang shalih itu berkata, "Wahai jiwa, kini engkau telah kembali ke dunia, maka beramallah yang shalih!.
.
3. Hendaklah setiap kader ingat bahwa kematian lebih dekat kepadanya dari tali sendalnya.
Janganlah dia tertipu oleh masa muda, kekuatan serta kesegarannya. Kematian tidak mengenal masa muda. Kekuatan dan kesehatan tidak mampu mencegah kehadirannya. Di antara hikmah dan rahmat Allah kepada kita, Dia memperlihatkan kepada kita kematian yang merenggut nyawa seorang bayi, anak kecil, orang muda, orang tua dan juga orang sakit. Oleh karenanya setiap orang harus ingat bahwa dia pasti mengalami kematian kapan saja agar selalu bertambah kehati-hatian dan bersiap-siap meninggalkan dunia.
Tahukah engkau wahai saudaraku tentang kematian dan sakaratul maut yang menakutkan itu? Ketika sakaratul maut tiba pada diri seseorang, syaitan menghimpun segala kekuatan, kelicikan dan fikirannya. Dia berkata kepada dirinya, "Jika orang ini lepas dari genggamanku, aku tidak akan mampu lagi mempengaruhinya." Maka dibujuknya orang itu untuk kufur, dicintakan kepadanya kemurtadan dan dihiasinya dunia di matanya sembari mengingatkan orang tersebut akan kenikmatan yang dia inginkan, agar orang tersebut berpaling dari akhirat dan harapan bertemu Allah.Akhirnya orang itupun tidak ingin mengalami kematian dan matilah dia dalam kekufuran, nauzubillah. Diceritakan tentang seorang arif yang dikunjungi oleh para sahabatnya ketika sedang menderita sakit yang membawa kepada kematiannya. Ketika itu mereka melihat orang bijak tadi menangis. Maka dihiburnyalah dia dengan mengingatkan bahwa seluruh perbuatannya adalah baik dan rahmat Allah pasti tercurah untuknya. Orang arif tersebut berkata, "Aku menangisi imanku yang aku khawatirkan dirampas ketika sakaratul maut!" Bukanlah tempatnya di sini untuk menerangkan hakikat ucapan orang arif tersebut. Cukuplah sebagai pelajaran bagi setiap kader bahwa menghadirkan kematian dan tidak melupakannnya akan membuat dirinya senantiasa merasa asing hidup di dunia ini. Dia dapat memahami dengan baik ma'na ungkapan Rasul SAW, "Jadilah engkau di dunia, seakan seorang asing atau (bahkan) pengembara. Dan golongkan dirimu dalam kelompok penduduk kubur." (HR Bukhari, Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majjah dari Abdullah bin Umar).
Perasaan terasing tersebut berdampak sangat unik, diantaranya: Pertama, segala sandungan serta cobaan yang dialami oleh setiap kader akan terasa ringan. Kedua, derita terasa ringan, hati menjadi sabar, kebahagiaan yang tercela mengisut dan dunia yang menipu menjadi jauh. Ketiga, pandangan kader akan tertuju ke tempat tinggal yang sebenarnya berupa rumah akhirat. Dia tidak merasa tentram dengan kehidupan duniawi apalagi condong kepadanya. Seorang asing menyadari bahwa menetapnya di negeri asing hanyalah sementara sedang hatinya selalu menoleh ke rumah yang tidak akan pernah binasa, rumah bahagia dan tanpa derita. Rumah yang dekat dangan Rabbnya di mana dia dapat melihat-Nya. Dan apabila seorang kader merenungi kenikmatan akhirat dia pun akan terbuai harapan dan cita-cita. Harapan yang benar tentunya harus diiringi upaya yang sungguh-sungguh agar dapat sampai kepada yang dicita-citakan.
.
4. Memelihara dengan serius segala sarana penyuci diri dan menopangnya dengan kekuatan dan semangat.
Sesungguhnya ruhani dapat menjadi kotor dan butuh penyucian. Dia pun akan mengalami kelesuan maka harus selalu diberi semangat. Dia juga mengalami sakit yang membutuhkan pengobatan. Sebagaimana dia pun mengalami kelemahan yang perlu diberi kekuatan. Semuanya itu berupa ibadah yang terus menerus dan yang paling utama adalah shalat.
Maka bukanlah suatu yang mengada-ada apabila Rasulullah mewasiatkan pentingnya shalat kepada ummatnya ketika beliau akan menutup hayatnya. Shalat, suatu ibadah yang menyenangkan dan dapat menyucikan ruh dari segala kotoran dan menghubungkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Begitu pula harakah ini pun mewasiatkan kepada setiap kader untuk membaca Al- Qur'an sebelum shubuh atau sesudahnya, membaca wirid ma'tsurat sughra dan berziarah kubur sekali dalam sepekan setelah melaksanakan tugas-tugas di atas. Untuk memudahkan bangun pagi, setiap akh hendaknya menghindari tidur terlalu malam jika tidak ada kepentingan mendesak. Merekapun hendaknya tidak membiasakan menggunakan jam weker.
.
Wahai ikhwah!!..
Kami mencintai kalian sebagaimana kami mencintai diri kami sendiri. Kami berharap agar cinta ini berharga di sisi Allah sebagaimana kami pun berharap semoga Allah menghimpun kita dalam kebenaran dan jihad di dunia serta kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Apa yang kami sampaikan ini bukanlah sekedar tulisan untuk mengisi kekosongan, menyenangkan fikiran atau menyegarkan jiwa sesaat saja dan setelah itu tak ada lagi guna. Tulisan ini adalah arahan yang harus kita pegang erat karena dia adalah bagian dari manhaj Islam. Dengan melaksanakan apa yang tertera di sini, kalian akan mampu dengan idzinAllah, memikul da'wah dan jihad fi sabilillah. Pasanglah tekad kalian untuk melaksanakannya dan jujurlah kepada Allah niscaya Allah akan membuktikan apa yang dijanjikan-Nya.
Diposkan oleh fkp di 19:54:00
Kamis, 11 Desember 2008
Jangan Engkau Tukar Akhirat dengan Dunia
oleh Mashadi
Selasa, 11/11/2008 16:14 WIB
Sejak Rasulullah shalllahu alaihi wa salam hijrah di Madinah, bersama-sama para muhajirin, seperti diriwayatkan oleh Ibn Jarir, bahwa Yunus bin Abdul A’la mengabarinya dari Ibnu Wahab dari Sa’id bin Abdurrahman al-Jumahi, bahwa ia mendengar khotbah Rasulullah shallahu alaihi wa salam shalat Jum’at yang pertama di Madinah, tepatnya di Bani Salim bin Amru bin Auf. Inilah khotbah Rasulullah shallahu alaihi wa salam itu.
“Alhamdulillah. Aku memuji-Mu, meminta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya, dan meminta hidayah-Nya. Aku beriman kepada-Nya, tidak kafir kepada-Nya. Aku memusuhi orang yang mengingkari-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dia mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar, dengan cahaya, dan mau’izhah setelah lama tidak diutus para rasul, di tengah sedikitnya ilmu dan kesesatan manusia serta kedekatan dengan kiamat. Barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah lurus. Dan barangsiapa mendurhakai mereka, maka ia telah melampui batas dan sesat dengan jelas.
Aku berwasiat kepada kalian dengan takwa kepada Allah. Hal terbaikyang aku wasiatkan kepada seorang muslim adalah mendorongnya agar beramal demi akhirat dan menyuruhnya bertakwa kepada Allah. Takutlah kepada hal yang telah diperingatkan-Nya kepada kalian. Tidak ada nasihat yang lebih afdhal dari pada itu. Tidak ada peringatan yang lebih baik daripada itu. Itu adalah ketakwaan bagi orang yang mengamalkannya dengan perasaan takut dan gentar. Merupakan penyokong yang kuat atas pahala akhirat yang kalian dambakan. Barang siapa memperbaiki perkara rahasia dan terang-terangan antara ia dan Allah dengan tidak meniatkannya kecuali untuk Allah, maka hal itu akan menjadi pengingat baginya pada kehidupan dunianya dan bekal setelah mati ketika seorang manusia membutuhkan apa yang telah ia kerjakan”.
“.. Ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu (kiamat) ada masa yang jauh, dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksanya. Dan, Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya”. (Ali Imran: 30).
Zat yang firman-Nya benar dan Dia mewujudkan janji-Nya. Dia berfirman:
“Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku”. (Qaaf: 29).
Bertakwalah kepada Allah dalam masalah dunia dan akhirat kalian, baik yang rahasia maupun yang terang-terangan karena :
".. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya”. (ath-Thalaaq: 5).
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya ia telah mendapat untung yang sangat besar. Sesungguhnya, takwa kepada Allah akan melindungi kalian dari murka-Nya, hukuman-Nya, dan amarah-Nya. Takwa kepada Allah akan mencerahkan wajah, membuat Tuhan ridho, dan meninggikan derajat. Carilah keberuntungan kalian, jangan melalaikan hak Allah. Allah mengajarkan Kitab-Nya kepada kalian dan menjelaskan jalan-Nya agar mengetahui mana orang-orang ,yang benar dan mana yang berbohong. Oleh karena itu, berbuatlah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kalian. Musuhilah musuh-musuh-Nya dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya.
Dia telah memilih kalian dan menamai kalian muslimin, “ … agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)”. (al Anfal :42).
Tiada kekuatan selain dengan-Nya. Perbanyaklah zikir mengingat Allah. Beramallah untuk bekal setelah mati. Barangsiapa yang menjaga hubungan dirinya dengan Allah, maka Dia yang akan menjaga hubungannya dengan sesama manusia karen Allah menetapkan keputusan atas diri manusia dan mereka tidak dapat menetapkan keputusan atas-Nya. Dia memiliki dari-Nya. Allah Mahabesar. Dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.”
Hendaknya kita mengingat ini semua. Mari kita manfaatkan baik-baik setiap dari hidup kita ini. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa salam bahwa Rasulullah saw, bersabda : “Bersegeralah melakukan amal-amal shaleh, karena akan datang fitnah seperti malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seseorang msih mukmin, tapi sorenya sudah menjadi kafir, atau pada sore hari ia mukmin dan pada keesokan harinya ia menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi mendapat harta dunia”. (HR.Muslim)
Addy bin ZHatim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa salam bersabda: “Lindungilahdiri kalian dari neraka, meski dengan sebiji kurma. Jika ada yang tidak punya,ia dapat melakukannya dengan menyampaikan perkataan yang benar”. (HR.Buchori dan Muslim).
Khotbat Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam penuh dengan makna. Marilah kita memperhatikan dan menghayati khotbah beliau. Sebagai bekal hidup. Jangan sampai kita semakin jauh dari apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallahu alaihi wa salam. Agar manusia terbebas dari beratnya siksa neraka kelak di akhirat.
Tak ada manusia yang bebas dari janji Allah Azza Wa Jalla, bagi mereka yang berbuat baik di dunia, ia akan mendapatkan ganjaran pahala, dan akan kekal di surga-Nya. Sebaliknya, bagi mereka yang menegakkan kebathilan dalam hidupnya, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal, neraka jahanam, dan kekal di dalamnya. Wallahu.
sumber:eramuslim
Selasa, 11/11/2008 16:14 WIB
Sejak Rasulullah shalllahu alaihi wa salam hijrah di Madinah, bersama-sama para muhajirin, seperti diriwayatkan oleh Ibn Jarir, bahwa Yunus bin Abdul A’la mengabarinya dari Ibnu Wahab dari Sa’id bin Abdurrahman al-Jumahi, bahwa ia mendengar khotbah Rasulullah shallahu alaihi wa salam shalat Jum’at yang pertama di Madinah, tepatnya di Bani Salim bin Amru bin Auf. Inilah khotbah Rasulullah shallahu alaihi wa salam itu.
“Alhamdulillah. Aku memuji-Mu, meminta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya, dan meminta hidayah-Nya. Aku beriman kepada-Nya, tidak kafir kepada-Nya. Aku memusuhi orang yang mengingkari-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dia mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar, dengan cahaya, dan mau’izhah setelah lama tidak diutus para rasul, di tengah sedikitnya ilmu dan kesesatan manusia serta kedekatan dengan kiamat. Barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah lurus. Dan barangsiapa mendurhakai mereka, maka ia telah melampui batas dan sesat dengan jelas.
Aku berwasiat kepada kalian dengan takwa kepada Allah. Hal terbaikyang aku wasiatkan kepada seorang muslim adalah mendorongnya agar beramal demi akhirat dan menyuruhnya bertakwa kepada Allah. Takutlah kepada hal yang telah diperingatkan-Nya kepada kalian. Tidak ada nasihat yang lebih afdhal dari pada itu. Tidak ada peringatan yang lebih baik daripada itu. Itu adalah ketakwaan bagi orang yang mengamalkannya dengan perasaan takut dan gentar. Merupakan penyokong yang kuat atas pahala akhirat yang kalian dambakan. Barang siapa memperbaiki perkara rahasia dan terang-terangan antara ia dan Allah dengan tidak meniatkannya kecuali untuk Allah, maka hal itu akan menjadi pengingat baginya pada kehidupan dunianya dan bekal setelah mati ketika seorang manusia membutuhkan apa yang telah ia kerjakan”.
“.. Ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu (kiamat) ada masa yang jauh, dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksanya. Dan, Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya”. (Ali Imran: 30).
Zat yang firman-Nya benar dan Dia mewujudkan janji-Nya. Dia berfirman:
“Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku”. (Qaaf: 29).
Bertakwalah kepada Allah dalam masalah dunia dan akhirat kalian, baik yang rahasia maupun yang terang-terangan karena :
".. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya”. (ath-Thalaaq: 5).
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya ia telah mendapat untung yang sangat besar. Sesungguhnya, takwa kepada Allah akan melindungi kalian dari murka-Nya, hukuman-Nya, dan amarah-Nya. Takwa kepada Allah akan mencerahkan wajah, membuat Tuhan ridho, dan meninggikan derajat. Carilah keberuntungan kalian, jangan melalaikan hak Allah. Allah mengajarkan Kitab-Nya kepada kalian dan menjelaskan jalan-Nya agar mengetahui mana orang-orang ,yang benar dan mana yang berbohong. Oleh karena itu, berbuatlah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kalian. Musuhilah musuh-musuh-Nya dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya.
Dia telah memilih kalian dan menamai kalian muslimin, “ … agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)”. (al Anfal :42).
Tiada kekuatan selain dengan-Nya. Perbanyaklah zikir mengingat Allah. Beramallah untuk bekal setelah mati. Barangsiapa yang menjaga hubungan dirinya dengan Allah, maka Dia yang akan menjaga hubungannya dengan sesama manusia karen Allah menetapkan keputusan atas diri manusia dan mereka tidak dapat menetapkan keputusan atas-Nya. Dia memiliki dari-Nya. Allah Mahabesar. Dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.”
Hendaknya kita mengingat ini semua. Mari kita manfaatkan baik-baik setiap dari hidup kita ini. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa salam bahwa Rasulullah saw, bersabda : “Bersegeralah melakukan amal-amal shaleh, karena akan datang fitnah seperti malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seseorang msih mukmin, tapi sorenya sudah menjadi kafir, atau pada sore hari ia mukmin dan pada keesokan harinya ia menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi mendapat harta dunia”. (HR.Muslim)
Addy bin ZHatim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa salam bersabda: “Lindungilahdiri kalian dari neraka, meski dengan sebiji kurma. Jika ada yang tidak punya,ia dapat melakukannya dengan menyampaikan perkataan yang benar”. (HR.Buchori dan Muslim).
Khotbat Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam penuh dengan makna. Marilah kita memperhatikan dan menghayati khotbah beliau. Sebagai bekal hidup. Jangan sampai kita semakin jauh dari apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallahu alaihi wa salam. Agar manusia terbebas dari beratnya siksa neraka kelak di akhirat.
Tak ada manusia yang bebas dari janji Allah Azza Wa Jalla, bagi mereka yang berbuat baik di dunia, ia akan mendapatkan ganjaran pahala, dan akan kekal di surga-Nya. Sebaliknya, bagi mereka yang menegakkan kebathilan dalam hidupnya, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal, neraka jahanam, dan kekal di dalamnya. Wallahu.
sumber:eramuslim
Rabu, 19 November 2008
PKS Learns to Rock
Kamis, 20/11/2008 09:50 WIB
Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Menyandang predikat partai dakwah ternyata tidak selalu membuat PKS kaku dalam menentukan pilihan-pilihannya. Termasuk dalam pilihan selera musik.
Acara Silaturahim dan Dialog Antar Keluarga Pahlawan Nasional yang diadakan PKS di Jakarta, Rabu (19/11/2008) tidak menyuguhkan qasidah, pop Islami, nasyid, atau sejenisnya.
Partai Islam ini justru memilih rock. Musik yang sering diidentikkan dengan kebebasan dan perlawanan. Band pop rock asal Bandung, Cokelat, pun menjadi pilihan PKS sebagai pengisi acara.
Tidak tanggung-tanggung, lagu Indonesia Raya yang biasanya dinyanyikan dengan syahdu dalam setiap pembukaan acara nasional, seakan-akan terlalu konservatif untuk dibawakan secara hening. Tanpa mengurangi makna lagu kebangsaan itu, Cokelat membawakannya dengan beat ngerock, dan para hadirin pun seolah-olah mendapat warna baru dari lagu ciptaan WR Supratman itu.
Bahkan Cokelat berulang kali naik panggung membawakan lagu-lagu bernafaskan nasionalisme dan perjuangan, yang tentu saja tetap ngerock, sebagai selingan ketika berlangsungnya dialog.
"Selama saya membawakan acara, baru pertama kali acara diselingi musik seperti ini," ucap host acara sore itu, Rahma Sarita, sambil tertawa kecil.
Pelebaran Sayap
Presiden PKS Tifatul selalu mengatakan partainya akan terus bergerak ke tengah (nasionalis) meninggalkan citra partai Islam ekslusif (kanan) yang selama ini selalu disangkakan kepada PKS.
"Karena pangsa pasar (pemilih) terbesar itu nasionalis," cetus Tifatul di sela-sela acara.
Tifatul pun mengaku tidak takut partai yang dipimpinya itu akan ditinggalkan pemilihnya karena pergeseran ideologi ke tengah ini.
"Menurut riset pemilih PKS 80 persennya adalah pemilih loyal," ujar pria yang biasa dipanggil Ustad ini.
Iklan hari pahlawan (meski kontroversial) dan mungkin juga musik rock pada sore itu mempertegas partai dakwah ini akan meninggalkan citra eksklusifnya dan mendobrak tradisi lama yang kolot.
Lihat saja sikap Ketua FPKS Mahfudz Siddiq yang seperti menahan tubuhnya untuk bergoyang mendengar hentakan Indonesia Pusaka oleh Cokelat, dan hanya bisa mengangguk-anggukan kepala sambil sesekali bertepuk tangan.
Mahfudz dan beberapa kader lain memang masih malu-malu untuk terlalu berekspresi pada sore itu. Atau jangan-jangan mereka justru masih menyimpan energi agar ekspresi itu diluapkan pada saatnya nanti.
Energi yang bisa saja benar-benar meluap dan siap ngerock di waktu yang tepat di 2009. Yang jelas sore itu PKS sedang belajar ngerock.
(lrn/nrl)
Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Menyandang predikat partai dakwah ternyata tidak selalu membuat PKS kaku dalam menentukan pilihan-pilihannya. Termasuk dalam pilihan selera musik.
Acara Silaturahim dan Dialog Antar Keluarga Pahlawan Nasional yang diadakan PKS di Jakarta, Rabu (19/11/2008) tidak menyuguhkan qasidah, pop Islami, nasyid, atau sejenisnya.
Partai Islam ini justru memilih rock. Musik yang sering diidentikkan dengan kebebasan dan perlawanan. Band pop rock asal Bandung, Cokelat, pun menjadi pilihan PKS sebagai pengisi acara.
Tidak tanggung-tanggung, lagu Indonesia Raya yang biasanya dinyanyikan dengan syahdu dalam setiap pembukaan acara nasional, seakan-akan terlalu konservatif untuk dibawakan secara hening. Tanpa mengurangi makna lagu kebangsaan itu, Cokelat membawakannya dengan beat ngerock, dan para hadirin pun seolah-olah mendapat warna baru dari lagu ciptaan WR Supratman itu.
Bahkan Cokelat berulang kali naik panggung membawakan lagu-lagu bernafaskan nasionalisme dan perjuangan, yang tentu saja tetap ngerock, sebagai selingan ketika berlangsungnya dialog.
"Selama saya membawakan acara, baru pertama kali acara diselingi musik seperti ini," ucap host acara sore itu, Rahma Sarita, sambil tertawa kecil.
Pelebaran Sayap
Presiden PKS Tifatul selalu mengatakan partainya akan terus bergerak ke tengah (nasionalis) meninggalkan citra partai Islam ekslusif (kanan) yang selama ini selalu disangkakan kepada PKS.
"Karena pangsa pasar (pemilih) terbesar itu nasionalis," cetus Tifatul di sela-sela acara.
Tifatul pun mengaku tidak takut partai yang dipimpinya itu akan ditinggalkan pemilihnya karena pergeseran ideologi ke tengah ini.
"Menurut riset pemilih PKS 80 persennya adalah pemilih loyal," ujar pria yang biasa dipanggil Ustad ini.
Iklan hari pahlawan (meski kontroversial) dan mungkin juga musik rock pada sore itu mempertegas partai dakwah ini akan meninggalkan citra eksklusifnya dan mendobrak tradisi lama yang kolot.
Lihat saja sikap Ketua FPKS Mahfudz Siddiq yang seperti menahan tubuhnya untuk bergoyang mendengar hentakan Indonesia Pusaka oleh Cokelat, dan hanya bisa mengangguk-anggukan kepala sambil sesekali bertepuk tangan.
Mahfudz dan beberapa kader lain memang masih malu-malu untuk terlalu berekspresi pada sore itu. Atau jangan-jangan mereka justru masih menyimpan energi agar ekspresi itu diluapkan pada saatnya nanti.
Energi yang bisa saja benar-benar meluap dan siap ngerock di waktu yang tepat di 2009. Yang jelas sore itu PKS sedang belajar ngerock.
(lrn/nrl)
Selasa, 18 November 2008
ajb tanah
ajb tanah
mungkin bermanfaat .. bila ada yang berpengalaman/ pernah melakukan transaksi jual-beli tanah bisa menambah/koreksi.
Jual beli tanah merupakan hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Apabila antara penjual dan pembeli sudah bersepakat untuk melakukan jual beli tanah terhadap tanah yang sudah bersertifikat maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :
1. Akta Jual Beli (AJB)
Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat karena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.
2. Persyaratan AJB
yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanah adalah :
a. Penjual membawa :
• Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual.
• Kartu Tanda Penduduk.
• Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
• Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.
• Kartu Keluarga.
b. Sedangkan calon pembeli membawa :
• Kartu Tanda Penduduk.
• Kartu Keluarga.
3. Proses pembuatan akta jual beli di Kantot PPAT.
a. Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.
1) Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.
2) Pejual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.
3) Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
4) Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
5) PPAT menolak pembuatan Akta jual Beli apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.
b. Pembuatan Akta Jual Beli
1) Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.
2) Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.
3) Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
4) Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan Pejabat Pembuat Akte Tanah.
5) Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
6) Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.
4. Bagaimana langkah selanjutnya setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli ?
a. Setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli, PPAT kemudian menyerahkan berkas Akta Jual Beli ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.
b. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.
5. Berkas yang diserahkan itu apa saja ?
a. Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli.
b. Akta jual beli PPAT.
c. Sertifikat hak atas tanah.
d. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pembeli dan penjual.
e. Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh).
f. Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
6. Bagaimana prosesnya di Kantor Pertanahan ?
a. Setelah berkas disampaikan ke Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada Pembeli.
b. Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk.
c. Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan bibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.
d. Dalam waktu 14 (empat belas hari) pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di kantor pertanahan.
*(dikutip dari http://www.tni.mil.id)
Biaya Notaris & Pajak Jual Beli Rumah Tanah
April 23, 2007 by catura
Daerah Tangerang
Pajak Penjual 5% x (Harga Jual - 60Juta) (Jika harga jual kurang dari 60juta, tidak kena pajak)
Pajak Pembeli 5% x (Harga Jual - 30 Juta)
Biaya Notaris :
AJB Rp.750.000
Balik Nama Sertifikat Rp.750.000
Pengecekan Sertifikat Rp.200.000
Legalisir Pajak Rp.200.000
Salinan PBB Rp.250.000 (jika bukti pembayaran pajak 10 tahun terakhir tidak ada)
Data berdasarkan November 2007.
Ada Pertanyaan Lebih lanjut Mengenai perpajakan dan pertanahan, silahkan buka website berikut : www.notarisgracegiovani.com
mungkin bermanfaat .. bila ada yang berpengalaman/ pernah melakukan transaksi jual-beli tanah bisa menambah/koreksi.
Jual beli tanah merupakan hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Apabila antara penjual dan pembeli sudah bersepakat untuk melakukan jual beli tanah terhadap tanah yang sudah bersertifikat maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :
1. Akta Jual Beli (AJB)
Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat karena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.
2. Persyaratan AJB
yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanah adalah :
a. Penjual membawa :
• Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual.
• Kartu Tanda Penduduk.
• Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
• Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.
• Kartu Keluarga.
b. Sedangkan calon pembeli membawa :
• Kartu Tanda Penduduk.
• Kartu Keluarga.
3. Proses pembuatan akta jual beli di Kantot PPAT.
a. Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.
1) Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.
2) Pejual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.
3) Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
4) Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
5) PPAT menolak pembuatan Akta jual Beli apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.
b. Pembuatan Akta Jual Beli
1) Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.
2) Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.
3) Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
4) Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan Pejabat Pembuat Akte Tanah.
5) Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
6) Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.
4. Bagaimana langkah selanjutnya setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli ?
a. Setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli, PPAT kemudian menyerahkan berkas Akta Jual Beli ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.
b. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.
5. Berkas yang diserahkan itu apa saja ?
a. Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli.
b. Akta jual beli PPAT.
c. Sertifikat hak atas tanah.
d. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pembeli dan penjual.
e. Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh).
f. Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
6. Bagaimana prosesnya di Kantor Pertanahan ?
a. Setelah berkas disampaikan ke Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada Pembeli.
b. Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk.
c. Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan bibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.
d. Dalam waktu 14 (empat belas hari) pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di kantor pertanahan.
*(dikutip dari http://www.tni.mil.id)
Biaya Notaris & Pajak Jual Beli Rumah Tanah
April 23, 2007 by catura
Daerah Tangerang
Pajak Penjual 5% x (Harga Jual - 60Juta) (Jika harga jual kurang dari 60juta, tidak kena pajak)
Pajak Pembeli 5% x (Harga Jual - 30 Juta)
Biaya Notaris :
AJB Rp.750.000
Balik Nama Sertifikat Rp.750.000
Pengecekan Sertifikat Rp.200.000
Legalisir Pajak Rp.200.000
Salinan PBB Rp.250.000 (jika bukti pembayaran pajak 10 tahun terakhir tidak ada)
Data berdasarkan November 2007.
Ada Pertanyaan Lebih lanjut Mengenai perpajakan dan pertanahan, silahkan buka website berikut : www.notarisgracegiovani.com
Jumat, 14 November 2008
Tahlil Imam Samudera Lantang
Amrozi dan Muklas Komat Kamit
edisi: Senin, 10 November 2008
TIGA Bomber Bali 1 yang menewaskan 202 orang pada 12 Oktober 2002, Abdul Aziz alias Imam Samudra, Amrozi bin Nurhasyim beserta kakaknya Ali Gufron alias Mukhlas, akhirnya dieksekusi mati di Bukit Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (9/11) pukul 00.15 WIB. Jasad ketiganya kemudian diterbangkan menggunakan helikopter dan dimakamkan di kampung masing-masing.
Sebelum timah panas regu tembak menembus tubuh mereka, Imam Samudera alias Abdul Aziz, Mukhlas alias Ali Gufron, dan Amrozi berdiri tenang dengan tangan diikat menyamping ke kanan dan ke kiri. Detik-detik menjelang nyawanya meregang, trio bomber diberi kesempatan berdoa, dan mereka serius memanjatkan permohonan dalam keadaan mata terbuka, tanpa kain penutup seperti layaknya eksekusi.
Detik-detik terakhir sebelum ditembus timah panas, mereka diminta jaksa eksekutir untuk berdoa. Saat itu, Abdus Aziz alias Imam Samudra yang berada di tengah, diapit Amrozi Nurhasyim (kiri), dan Ali Gofron alias Mukhlas melafalkan tahlil dengan lantang.
“La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, kata Imam berulang-ulang. Hanya suara Imam Samudera yang terdengar lantang,” ujar seseorang yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri dari persiapan hingga pelaksaan eksekusi tuntas kepada Persda Network.
Tahlil dengan lafal La Ilaha Illallah yang berarti Tiada Tuhan Selain Allah, merupakan zikir yang dilakukan oleh umat Islam. Biasa diucapkan setiap usai shalat, ketika menghadapi hari-hari besar, saat genting, hingga menghadapi kematian.
Sedangkan Amrozi yang berada di sebelah kiri Imam Samudera, dan Mukhlas yang di posisi sebelah kanan, mulutnya komat-kamit melantunkan doa.
“Amrozi dan Mukhlas juga berdoa tapi tidak terdengar, bibirnya hanya komat-kamit,” lanjut sumber yang meminta jati dirinya dirahasiakan rapat-rapat demi keselamatan.
Begitu tiga regu tembak yang masing-masing terdiri dari 12 orang menarik picu laras panjang, suara dor menggelegar di tengah kesunyian malam. Tak ada rintihan atau desahan kesakitan dari ketiga terpidana ini.
Lima menit pasca tiga peluru menembus masing-masing tubuh ketiga terpidana, kepala mereka pun terjatuh menunduk. “Jadi, hitungan saya tidak sampai 10 menit sudah meninggal. Lima menit, kepalanya sudah tertunduk,” lanjutnya.
Wangi Semerbak
Umi Embay tidak mau berkomentar atas eksekusi yang sudah dilakukan terhadap anaknya, Imam Samudra. Ia lebih suka berbicara panjang lebar dengan para kerabatnya, yang menemaninya menguburkan Imam Samudera. Begitu juga dengan kakak perempuan Imam Samudera, enggan berkomentar banyak.
Istri Imam Samudera, Zakiah Darajad, tak terlihat ikut mendampingi mertuanya Umi Embay. Menurut kerabatnya, Zakiah memang selalu menghindari wartawan.
“Saya melihatnya mukanya begitu bersih bersinar. Sebelum dikuburkan, tak semua badannya kami bisa lihat utuh, hanya bagian mukanya saja,” ujar salah seorang tim kesehatan dari Mer C, Jose Rizal, dalam perbincangan khusus dengan Persda Network, usai pemakaman di rumah kediaman Umi Embay Badriah, ibunda Imam Samudera.
Lulu Jamaluddin yang selama ini menjadi juru bicara keluarga seakan mengamini perkataan tim dokter Mer C, Jose Rizal. Sebelum pemakaman, kakaknya yang ia lihat seakan menebar senyum padanya.
“Insya Allah, Kang Azis mati secara syahid. Jasadnya wangi sekali begitu dimasukkan ke dalam liang lahat,” kata Lulu.
Jose Rizal kembali bercerita. Dua minggu sebelum eksekusi dilakukan, ia diperkenankan memeriksa kesehatan terhadap terpidana mati bom Bali I Amrozi, Mukhlas alias Ali Gufron dan Imam Samudera. Hanya Imam Samudera yang paling sehat.
“Imam Samudera seperti orang yang ingin naik puncak gunung tertinggi. Badannya fit sekali. Sementara Amrozi memerlukan kaca mata dan Mukhlas ada masalah dengan giginya. Hanya Imam yang paling fit,” Jose Rizal mencoba meyakini.
Adik bungsu Imam Samudera, Dedi Chaidir punya cerita lain. Dua jam setelah kabar dari salah satu stasiun televisi, mengabarkan kakaknya sudah dieksekusi regu tembak di Nusakambangan, rumah ibunda Imam, Umi Embay Badriah tercium bau wangi yang begitu semerbak.
“Wangi sekali baunya. Bau bunga yang baru pertama kali saya rasakan. Bau wangi itu muncul tak lama kabar dari televisi (eksekusi),” kata Dedi.
Dedi mengaku sempat bertanya kepada Umi. Namun, Umi tak begitu menghiraukan. “Biarlah bau wangi itu ada. Mungkin itu mukjizat dari Allah, apapun maknanya,” kata Dedi menirukan penuturan Umi Embay Badriah.
Usai azan Subuh Dedi mengaku, lambat laun wangi semerbak itu menghilang seiring dengan munculnya mentari pagi, seraya kabar yang coba meyakinkan Ded Chaidir, jasad kakaknya tak lama lagi akan tiba dari Nusakambangkan untuk kemudian dimakamkan.
Jamin Sekolah Anak
Ketua Umum Gerakan Reformasi Islam (Garis) Encep Hernawan SH MBA mengungkapkan keinginannya untuk mengadopsi keempat anak Abdul Aziz atau Imam Samudra. Keinginan ini disampaikannya usai pemakaman jenazah Imam Samudra.
“Saya bukan ingin, tapi akan mengadopsi keempat anak-anak Imam Samudra. Saya siap dan sanggup sampai mereka sekolah sampai perguruan tinggi manapun yang diinginkan,” tegas Encep
Imam Samudra meninggalkan satu istri, Zakiah Darajad dan empat putra-putri. Putra sulungnya bernama Umar Jundul Haq, kemudian tiga lainnya adalah, Salsabila, Tasniem dan Iyash Jaisy.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Garis Encep Hernawan memberi dukungannya atas rencana Tim Pembela Muslim (TPM) yang akan menempuh jalur hukum terkait eksekusi yang dilakukan terhadap Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas alias Ali Gufron.
“Kita juga sudah laporkan ke Komnas HAM dalam hal ini karena banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. Banyak hak Imam Samudra dan Amrozi cs yang dirampas hak-haknya. Mudah-mudahan pemerintahan SBY tumbang dan kita akan buru semua yang melakukan upaya-upaya penzoliman terhadap Imam Samudra,” tandasnya.
Beberapa waktu lalu, GARIS adalah salah satu ormas Islam yang sudah menyiapkan areal pemakaman seluas 1 hektar untuk memakamkan para terpidana mati bom Bali I Amrozi cs. Encep kemudian mengakui, yang berkeinginan seperti dirinya juga datang dari para tokoh masyarakat lain baik tokoh masyarakat Banten maupun para tokoh masyarakat dari daerah lain.
“Bukan saya saja yang ingin mewakafkan tanah untuk tempat pemakaman Amrozi cs, akan tetapi sudah puluhan orang yang ingin mewakafkan tanahnya untuk makam mereka yang kami anggap bukan teroris. Teroris sebenarnya adalah Bush,” tegas Encep. (Persda Network/yls/yat)
edisi: Senin, 10 November 2008
TIGA Bomber Bali 1 yang menewaskan 202 orang pada 12 Oktober 2002, Abdul Aziz alias Imam Samudra, Amrozi bin Nurhasyim beserta kakaknya Ali Gufron alias Mukhlas, akhirnya dieksekusi mati di Bukit Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (9/11) pukul 00.15 WIB. Jasad ketiganya kemudian diterbangkan menggunakan helikopter dan dimakamkan di kampung masing-masing.
Sebelum timah panas regu tembak menembus tubuh mereka, Imam Samudera alias Abdul Aziz, Mukhlas alias Ali Gufron, dan Amrozi berdiri tenang dengan tangan diikat menyamping ke kanan dan ke kiri. Detik-detik menjelang nyawanya meregang, trio bomber diberi kesempatan berdoa, dan mereka serius memanjatkan permohonan dalam keadaan mata terbuka, tanpa kain penutup seperti layaknya eksekusi.
Detik-detik terakhir sebelum ditembus timah panas, mereka diminta jaksa eksekutir untuk berdoa. Saat itu, Abdus Aziz alias Imam Samudra yang berada di tengah, diapit Amrozi Nurhasyim (kiri), dan Ali Gofron alias Mukhlas melafalkan tahlil dengan lantang.
“La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, kata Imam berulang-ulang. Hanya suara Imam Samudera yang terdengar lantang,” ujar seseorang yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri dari persiapan hingga pelaksaan eksekusi tuntas kepada Persda Network.
Tahlil dengan lafal La Ilaha Illallah yang berarti Tiada Tuhan Selain Allah, merupakan zikir yang dilakukan oleh umat Islam. Biasa diucapkan setiap usai shalat, ketika menghadapi hari-hari besar, saat genting, hingga menghadapi kematian.
Sedangkan Amrozi yang berada di sebelah kiri Imam Samudera, dan Mukhlas yang di posisi sebelah kanan, mulutnya komat-kamit melantunkan doa.
“Amrozi dan Mukhlas juga berdoa tapi tidak terdengar, bibirnya hanya komat-kamit,” lanjut sumber yang meminta jati dirinya dirahasiakan rapat-rapat demi keselamatan.
Begitu tiga regu tembak yang masing-masing terdiri dari 12 orang menarik picu laras panjang, suara dor menggelegar di tengah kesunyian malam. Tak ada rintihan atau desahan kesakitan dari ketiga terpidana ini.
Lima menit pasca tiga peluru menembus masing-masing tubuh ketiga terpidana, kepala mereka pun terjatuh menunduk. “Jadi, hitungan saya tidak sampai 10 menit sudah meninggal. Lima menit, kepalanya sudah tertunduk,” lanjutnya.
Wangi Semerbak
Umi Embay tidak mau berkomentar atas eksekusi yang sudah dilakukan terhadap anaknya, Imam Samudra. Ia lebih suka berbicara panjang lebar dengan para kerabatnya, yang menemaninya menguburkan Imam Samudera. Begitu juga dengan kakak perempuan Imam Samudera, enggan berkomentar banyak.
Istri Imam Samudera, Zakiah Darajad, tak terlihat ikut mendampingi mertuanya Umi Embay. Menurut kerabatnya, Zakiah memang selalu menghindari wartawan.
“Saya melihatnya mukanya begitu bersih bersinar. Sebelum dikuburkan, tak semua badannya kami bisa lihat utuh, hanya bagian mukanya saja,” ujar salah seorang tim kesehatan dari Mer C, Jose Rizal, dalam perbincangan khusus dengan Persda Network, usai pemakaman di rumah kediaman Umi Embay Badriah, ibunda Imam Samudera.
Lulu Jamaluddin yang selama ini menjadi juru bicara keluarga seakan mengamini perkataan tim dokter Mer C, Jose Rizal. Sebelum pemakaman, kakaknya yang ia lihat seakan menebar senyum padanya.
“Insya Allah, Kang Azis mati secara syahid. Jasadnya wangi sekali begitu dimasukkan ke dalam liang lahat,” kata Lulu.
Jose Rizal kembali bercerita. Dua minggu sebelum eksekusi dilakukan, ia diperkenankan memeriksa kesehatan terhadap terpidana mati bom Bali I Amrozi, Mukhlas alias Ali Gufron dan Imam Samudera. Hanya Imam Samudera yang paling sehat.
“Imam Samudera seperti orang yang ingin naik puncak gunung tertinggi. Badannya fit sekali. Sementara Amrozi memerlukan kaca mata dan Mukhlas ada masalah dengan giginya. Hanya Imam yang paling fit,” Jose Rizal mencoba meyakini.
Adik bungsu Imam Samudera, Dedi Chaidir punya cerita lain. Dua jam setelah kabar dari salah satu stasiun televisi, mengabarkan kakaknya sudah dieksekusi regu tembak di Nusakambangan, rumah ibunda Imam, Umi Embay Badriah tercium bau wangi yang begitu semerbak.
“Wangi sekali baunya. Bau bunga yang baru pertama kali saya rasakan. Bau wangi itu muncul tak lama kabar dari televisi (eksekusi),” kata Dedi.
Dedi mengaku sempat bertanya kepada Umi. Namun, Umi tak begitu menghiraukan. “Biarlah bau wangi itu ada. Mungkin itu mukjizat dari Allah, apapun maknanya,” kata Dedi menirukan penuturan Umi Embay Badriah.
Usai azan Subuh Dedi mengaku, lambat laun wangi semerbak itu menghilang seiring dengan munculnya mentari pagi, seraya kabar yang coba meyakinkan Ded Chaidir, jasad kakaknya tak lama lagi akan tiba dari Nusakambangkan untuk kemudian dimakamkan.
Jamin Sekolah Anak
Ketua Umum Gerakan Reformasi Islam (Garis) Encep Hernawan SH MBA mengungkapkan keinginannya untuk mengadopsi keempat anak Abdul Aziz atau Imam Samudra. Keinginan ini disampaikannya usai pemakaman jenazah Imam Samudra.
“Saya bukan ingin, tapi akan mengadopsi keempat anak-anak Imam Samudra. Saya siap dan sanggup sampai mereka sekolah sampai perguruan tinggi manapun yang diinginkan,” tegas Encep
Imam Samudra meninggalkan satu istri, Zakiah Darajad dan empat putra-putri. Putra sulungnya bernama Umar Jundul Haq, kemudian tiga lainnya adalah, Salsabila, Tasniem dan Iyash Jaisy.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Garis Encep Hernawan memberi dukungannya atas rencana Tim Pembela Muslim (TPM) yang akan menempuh jalur hukum terkait eksekusi yang dilakukan terhadap Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas alias Ali Gufron.
“Kita juga sudah laporkan ke Komnas HAM dalam hal ini karena banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi. Banyak hak Imam Samudra dan Amrozi cs yang dirampas hak-haknya. Mudah-mudahan pemerintahan SBY tumbang dan kita akan buru semua yang melakukan upaya-upaya penzoliman terhadap Imam Samudra,” tandasnya.
Beberapa waktu lalu, GARIS adalah salah satu ormas Islam yang sudah menyiapkan areal pemakaman seluas 1 hektar untuk memakamkan para terpidana mati bom Bali I Amrozi cs. Encep kemudian mengakui, yang berkeinginan seperti dirinya juga datang dari para tokoh masyarakat lain baik tokoh masyarakat Banten maupun para tokoh masyarakat dari daerah lain.
“Bukan saya saja yang ingin mewakafkan tanah untuk tempat pemakaman Amrozi cs, akan tetapi sudah puluhan orang yang ingin mewakafkan tanahnya untuk makam mereka yang kami anggap bukan teroris. Teroris sebenarnya adalah Bush,” tegas Encep. (Persda Network/yls/yat)
Selasa, 04 November 2008
Obama Atau McCain, Tidak Ada Manfaatnya Buat Umat Islam
Menurut ulama Syaikh Anwar Awlaki, Muslim AS seharusnya tidak melibatkan diri dalam pemilu presiden karena fakta menunjukkan bahwa siapapun yang menjadi presiden AS sama sekali tidak memberikan manfaat bagi umat Islam, baik di AS maupun di seluruh dunia.
Sebagai bagian dari masyarakat AS, Muslim Amerika juga antusias untuk ikut memberikan suaranya dalam pemilu presiden AS yang akan digelar 4 November besok. Sejak masa kampanye, muslim Amerika tak jarang berdebat tentang siapa kandidat presiden yang seharusnya mereka dukung, Barack Obama atau John McCain.
Sebagian mereka berpendapat, meski kedua kandidat tidak menjanjikan apa-apa bagi warga Muslim, mereka selayaknya berpatisipasi, paling tidak ada yang lebih baik dari dua pilihan yang buruk.
Namun, menurut ulama Syaikh Anwar Awlaki, Muslim AS seharusnya tidak melibatkan diri dalam pemilu presiden karena fakta menunjukkan bahwa siapapun yang menjadi presiden AS sama sekali tidak memberikan manfaat bagi umat Islam, baik di AS maupun di seluruh dunia.
Dalam tulisan berjudul "Voting for American Presiden" di situs pribadinya, Syaikh Awlaki yang pernah menjadi imam di sebuah masjid di California, AS ini juga mengatakan bahwa sistem demokrasi-yang digembor-gemborkan AS ke seluruh dunia-adalah sistem yang tidak Islami dan umat Islam seharusnya tidak menjadi bagian dari sistem demokrasi itu, apalagi mengadopsinya.
"Jika orang melihat akar dan sejarah demokrasi atau melihat realitas demokrasi yang diterapkan saat ini, mereka akan menyadari bahwa demokrasi adalah sistem yang bukan hanya sangat berbeda, tapi sangat bertentangan dengan sistem Islam," tulis Syaikh Awlaki
Umat Islam, kata Syaikh Awlaki, seharusnya melihat bahwa Barat dalam perangnya terhadap Islam, menawarkan sistem demokrasi sebagai alternatif untuk menentang sistem Syariah. "Jika Barat, sebagai pendiri sistem demokrasi melihat sistem itu berlawanan dengan Islam, mengapa sebagian umat Islam masih ingin mempertahankan partisipasinya dalam sistem demokrasi dan mengadopsinya sebagai landasan politik mereka?" tukas Syaikh Awlaki.
Demokrasi, kata Syaikh Awlaki, adalah sistem Barat yang diciptakan dan dikembangkan di Barat. Dan sekarang, Barat-lah dan bukan Muslim, yang memegang otoritas dan merasa berhak secara penuh untuk mengatakan pada dunia apa itu demokrasi dan bagaimana demokrasi harus dipraktekkan dan diimplementasikan.
Ia menegaskan, umat Islam punya sistem pemerintahan sendiri. Sebab itu, umat Islam sendiri yang harus mendefinisikannya dan tidak membiarkan orang-orang non-Muslim ikut campur dalam ajaran agama kaum Muslimin dan tidak mengajari umat Islam apa yang benar dan apa yang salah.
"Mereka yang gencar mempromosikan agar umat Islam harus berpartisipasi dalam pemilu presiden AS berargumen bahwa kita memilih yang agak baik dari dua pilihan buruk. Prinsip itu tidak salah, tapi mereka lupa bahwa proses ketika memilih diantara dua kandidat yang buruk itu, pada saat itulah mereka sedang berkomitmen pada kejahatan yang lebih besar lagi," papar Syaikh Awlaki.
Pada kenyataannya, kata Syaikh Awlaki, persoalan ini bukan sekedar menjadi orang Amerika dan menjadi bagian dari sistem demokrasi itu tapi lebih pada apa manfaatnya bagi umat Islam jika Muslim AS memilih salah antara Obama dan McCain atau siapa pun dia.
Menurut Syaikh, alasan untuk menghapuskan kendala psikologis antara Muslim dan non-Muslim, ancaman erosi aqidah dan resiko seseorang kehilangan agamanya, jauh lebih berat dibandingkan kemungkinan manfaat yang muncul dari partisipasi umat Islam dalam sistem demokrasi seperti yang berlaku di AS.
"Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana bisa seorang Muslim yang memiliki iman di dadanya menuju kotak suara dan memberikan suaranya pada makhluk macam McCain atau Obama?! Bagaimana umat Islam bisa tidur nyenyak setelah memilij orang-orang macam George W. Bush?."
"Tak peduli apakah pilihan Anda relevan atau tidak, di hari kiamat nanti Anda akan dipanggil untuk menjawab pertanyaan atas pilihan Anda itu. Anda, dibawah paksaan, ancaman atau tidak, secara sadar telah memilih pemimpin bangsa yang mengobarkan perang terhadap Islam," papar Syaikh Awlaki.
Ia mengungkapkan, ada keyakinan yang aneh di sebagian kalangan Muslim AS yang berpartispasi dalam pemilu presiden AS. "Mereka meyakini, jika mereka ikut dalam pemilu orang-orang kafir, maka akan membawa kebaikan bagi diri mereka, sementara jika mereka percaya pada Allah swt tapi mereka menghindari orang-orang kafir-padahal itulah yang dingingkan Allah dari umat Islam-mereka akan kehilangan kebaikan itu dan akan membahayakan diri mereka sendiri," jelas Syaikh Awlaki.
Sikap seperti itu, tegas Awlaki, menunjukkan kelemahan orang Islam karena meyakini bahwa mereka hanya bisa bertahan jika mereka mencari dukungan dari musuh-musuh Allah swt. "Bagi mereka yang beriman, cukuplah Allah buat mereka dan mereka tidak perlu mencari bantuan dari para pemimpin atau pemerintahan orang-orang kafir."
"Ikut memilih Firaun Amerika yang baru, tidak ada manfaatnya bagi umat," tandas Syaikh Awlaki.
Nasehat Syaikh Awlaki bisa menjadi bahan renungan bagi umat Islam, bukan hanya di AS tapi juga di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia yang masih saja "berkiblat" pada sistem demokrasi ala Amerika. Kita lihat bagaimana antusiasnya sejumlah stasiun televisi di negeri ini menyiarkan gegap gempitanya pelaksanaan pemilu di AS, tanpa bersikap kritis terhadap agenda-agenda dan perilaku para kandidatnya terhadap isu-isu dunia Islam dan umat Islam. (ln)
Sebagai bagian dari masyarakat AS, Muslim Amerika juga antusias untuk ikut memberikan suaranya dalam pemilu presiden AS yang akan digelar 4 November besok. Sejak masa kampanye, muslim Amerika tak jarang berdebat tentang siapa kandidat presiden yang seharusnya mereka dukung, Barack Obama atau John McCain.
Sebagian mereka berpendapat, meski kedua kandidat tidak menjanjikan apa-apa bagi warga Muslim, mereka selayaknya berpatisipasi, paling tidak ada yang lebih baik dari dua pilihan yang buruk.
Namun, menurut ulama Syaikh Anwar Awlaki, Muslim AS seharusnya tidak melibatkan diri dalam pemilu presiden karena fakta menunjukkan bahwa siapapun yang menjadi presiden AS sama sekali tidak memberikan manfaat bagi umat Islam, baik di AS maupun di seluruh dunia.
Dalam tulisan berjudul "Voting for American Presiden" di situs pribadinya, Syaikh Awlaki yang pernah menjadi imam di sebuah masjid di California, AS ini juga mengatakan bahwa sistem demokrasi-yang digembor-gemborkan AS ke seluruh dunia-adalah sistem yang tidak Islami dan umat Islam seharusnya tidak menjadi bagian dari sistem demokrasi itu, apalagi mengadopsinya.
"Jika orang melihat akar dan sejarah demokrasi atau melihat realitas demokrasi yang diterapkan saat ini, mereka akan menyadari bahwa demokrasi adalah sistem yang bukan hanya sangat berbeda, tapi sangat bertentangan dengan sistem Islam," tulis Syaikh Awlaki
Umat Islam, kata Syaikh Awlaki, seharusnya melihat bahwa Barat dalam perangnya terhadap Islam, menawarkan sistem demokrasi sebagai alternatif untuk menentang sistem Syariah. "Jika Barat, sebagai pendiri sistem demokrasi melihat sistem itu berlawanan dengan Islam, mengapa sebagian umat Islam masih ingin mempertahankan partisipasinya dalam sistem demokrasi dan mengadopsinya sebagai landasan politik mereka?" tukas Syaikh Awlaki.
Demokrasi, kata Syaikh Awlaki, adalah sistem Barat yang diciptakan dan dikembangkan di Barat. Dan sekarang, Barat-lah dan bukan Muslim, yang memegang otoritas dan merasa berhak secara penuh untuk mengatakan pada dunia apa itu demokrasi dan bagaimana demokrasi harus dipraktekkan dan diimplementasikan.
Ia menegaskan, umat Islam punya sistem pemerintahan sendiri. Sebab itu, umat Islam sendiri yang harus mendefinisikannya dan tidak membiarkan orang-orang non-Muslim ikut campur dalam ajaran agama kaum Muslimin dan tidak mengajari umat Islam apa yang benar dan apa yang salah.
"Mereka yang gencar mempromosikan agar umat Islam harus berpartisipasi dalam pemilu presiden AS berargumen bahwa kita memilih yang agak baik dari dua pilihan buruk. Prinsip itu tidak salah, tapi mereka lupa bahwa proses ketika memilih diantara dua kandidat yang buruk itu, pada saat itulah mereka sedang berkomitmen pada kejahatan yang lebih besar lagi," papar Syaikh Awlaki.
Pada kenyataannya, kata Syaikh Awlaki, persoalan ini bukan sekedar menjadi orang Amerika dan menjadi bagian dari sistem demokrasi itu tapi lebih pada apa manfaatnya bagi umat Islam jika Muslim AS memilih salah antara Obama dan McCain atau siapa pun dia.
Menurut Syaikh, alasan untuk menghapuskan kendala psikologis antara Muslim dan non-Muslim, ancaman erosi aqidah dan resiko seseorang kehilangan agamanya, jauh lebih berat dibandingkan kemungkinan manfaat yang muncul dari partisipasi umat Islam dalam sistem demokrasi seperti yang berlaku di AS.
"Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana bisa seorang Muslim yang memiliki iman di dadanya menuju kotak suara dan memberikan suaranya pada makhluk macam McCain atau Obama?! Bagaimana umat Islam bisa tidur nyenyak setelah memilij orang-orang macam George W. Bush?."
"Tak peduli apakah pilihan Anda relevan atau tidak, di hari kiamat nanti Anda akan dipanggil untuk menjawab pertanyaan atas pilihan Anda itu. Anda, dibawah paksaan, ancaman atau tidak, secara sadar telah memilih pemimpin bangsa yang mengobarkan perang terhadap Islam," papar Syaikh Awlaki.
Ia mengungkapkan, ada keyakinan yang aneh di sebagian kalangan Muslim AS yang berpartispasi dalam pemilu presiden AS. "Mereka meyakini, jika mereka ikut dalam pemilu orang-orang kafir, maka akan membawa kebaikan bagi diri mereka, sementara jika mereka percaya pada Allah swt tapi mereka menghindari orang-orang kafir-padahal itulah yang dingingkan Allah dari umat Islam-mereka akan kehilangan kebaikan itu dan akan membahayakan diri mereka sendiri," jelas Syaikh Awlaki.
Sikap seperti itu, tegas Awlaki, menunjukkan kelemahan orang Islam karena meyakini bahwa mereka hanya bisa bertahan jika mereka mencari dukungan dari musuh-musuh Allah swt. "Bagi mereka yang beriman, cukuplah Allah buat mereka dan mereka tidak perlu mencari bantuan dari para pemimpin atau pemerintahan orang-orang kafir."
"Ikut memilih Firaun Amerika yang baru, tidak ada manfaatnya bagi umat," tandas Syaikh Awlaki.
Nasehat Syaikh Awlaki bisa menjadi bahan renungan bagi umat Islam, bukan hanya di AS tapi juga di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia yang masih saja "berkiblat" pada sistem demokrasi ala Amerika. Kita lihat bagaimana antusiasnya sejumlah stasiun televisi di negeri ini menyiarkan gegap gempitanya pelaksanaan pemilu di AS, tanpa bersikap kritis terhadap agenda-agenda dan perilaku para kandidatnya terhadap isu-isu dunia Islam dan umat Islam. (ln)
Langganan:
Postingan (Atom)