Tak tersisa cinta di hatiku
Kuberi semua hanya untukmu
Kau lihat langit biru oh.. untukmu
Setiap hatiku menyebut namamu
Tahukah kau yang membuatku bertahan
Hanya dirimu, hanya cinta dari hatiku
Setenang senja, seluas angkasa
Ruang hatiku kusimpan untukmu
Untuk dirimu, untuk cintamu
Segenap hatiku, seluruh jiwaku
Terbaik dariku, aku kan mencoba
Sesempurna aku, untuk menjadi yang
Terindah bagimu...
Kamis, 12 Maret 2009
Senin, 09 Maret 2009
Berjuang meraih cinta
Bermula keteguhan upaya
Petunjuk membina rumah tangga
Menempuh jalan hidup di dunia
ujian yang silih berganti
tahapan mematangkan diri
Mengajar arti hidup ini
Berjuang meraih cinta
Suka dan duka suratanNya
Mengenal makna jalan bahagia
Masa silih berganti
Ya Rabbi bimbinglah kami
Moga mawaddah wa rahmat mengiringi
Biarpun kekurangan menguji
Namun bersyukur tak pernah henti
Iman sabar ikhlas penyemangat diri
DenganMu ku punyai segala
dunia hanya fatamorgana
akhirat tujuan utama
Semoga?
Setiap detik waktu tak kan terbuang
Setiap masa dalam amalan juang
Jangan dipisahkan bersamaMu
dalam kebahgiaan dan karuniMU
Semoga dengan ini jambatan menemui
Cinta yang sejati
Itu yang abadi
Ya Allah ya Rabbi
bantulah dan bimbinglah
Moga selamat selamanya
Petunjuk membina rumah tangga
Menempuh jalan hidup di dunia
ujian yang silih berganti
tahapan mematangkan diri
Mengajar arti hidup ini
Berjuang meraih cinta
Suka dan duka suratanNya
Mengenal makna jalan bahagia
Masa silih berganti
Ya Rabbi bimbinglah kami
Moga mawaddah wa rahmat mengiringi
Biarpun kekurangan menguji
Namun bersyukur tak pernah henti
Iman sabar ikhlas penyemangat diri
DenganMu ku punyai segala
dunia hanya fatamorgana
akhirat tujuan utama
Semoga?
Setiap detik waktu tak kan terbuang
Setiap masa dalam amalan juang
Jangan dipisahkan bersamaMu
dalam kebahgiaan dan karuniMU
Semoga dengan ini jambatan menemui
Cinta yang sejati
Itu yang abadi
Ya Allah ya Rabbi
bantulah dan bimbinglah
Moga selamat selamanya
Kamis, 05 Maret 2009
cerita cinta
Riuh... ramai..... dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung istana berdiri kokoh
Lautan cinta mengalir indah muara kasih
Badan terasa sejuk...
Segar tak terkirakan
senyum merekah nadi berdetak lembut
Di tiup angin cinta karena illahi
nyanyian indah sibuah hati
menapaki hari kian berseri
Matanya melihat kearah taman hati
moga kelak menjadi generasi rabbani
Bidadari cinta dan pangeran kasih
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira...
Jiwa pun lega...
Mentari sanubari tersenyum riang
Alam jiwa bergembira ria
pelepas kepenatan malam dan siang
pengobat jiwa penghilang dahaga
Ya Allah...pemilik kesempurnaan
Abadikan keadaan ini
Agar menjadi pedoman
berkumpul disyurga nanti
cerita cinta ini .....
setiabudi,4 maret 2009
Rabu, 04 Maret 2009
Nasihat pernikahan
rangkaian puisi menyambut 4 tahun pernikahan :
Nasihat pernikahan
Kala hati telah bersatu
jagalah dengan kesetiaan
kala cinta telah berpadu
ikatlah dengan pengorbanan
Ia adalah lambang kesucian
tempat bersemayamnya keberkahan
kekuatan menghadapi ujian
kasih sayang membina masa depan
Ilahi kekalkanlah ikatan suci ini
di dalam naungan rahmat-Mu
dan kasih sayang-Mu
kurniakanlah kepada kami
anak soleh dan solehah
sebagai penyejuk mata
dan hati kami …
(rewrite dari berbagai sumber)
setiabudi 2 maret 2009
Nasihat pernikahan
Kala hati telah bersatu
jagalah dengan kesetiaan
kala cinta telah berpadu
ikatlah dengan pengorbanan
Ia adalah lambang kesucian
tempat bersemayamnya keberkahan
kekuatan menghadapi ujian
kasih sayang membina masa depan
Ilahi kekalkanlah ikatan suci ini
di dalam naungan rahmat-Mu
dan kasih sayang-Mu
kurniakanlah kepada kami
anak soleh dan solehah
sebagai penyejuk mata
dan hati kami …
(rewrite dari berbagai sumber)
setiabudi 2 maret 2009
Senin, 23 Februari 2009
Menolak Bidadari
Dari blog Helvy Tiana Rosa ....
Sungguh, saya tak pernah benar-benar tahu, apa kesan suami yang paling dalam tentang saya. Saya pernah berpikir mungkin saya bukan perempuan yang terlalu istimewa baginya karena sepanjang hidupnya suami saya banyak bertemu perempuan hebat: cantik, pintar, keturunan baik-baik dan tentu juga sholihat. Jadi berapa nilai saya sebenarnya di matanya?
Namun menyadari bahwa ia toh memilih saya, tentu ada sesuatu pada saya. Dulu, ketika baru menikah ia pernah bilang bahwa kelebihan saya dibandingkan banyak perempuan lain yang ia temui, yang sangat menonjol adalah karakter saya yang kuat. Waktu itu saya hanya mengernyitkan kening sembari tersenyum. Karakter? Kuat?
Suami saya orang yang sangat baik hati.
"Tapi maaf ya sayang, aku tidak romantis," ucapnya yang rata-rata saya dengar setahun sekali ;).
Ya, ia misalnya, tak pernah mengajak saya pergi berlibur berdua di suatu tempat terpencil nan indah, atau membawakan seikat atau setangkai saja bunga. Ia juga tak pernah menciptakan puisi walau sebaris untuk saya. Candle light dinner? Pernah, dua kali dalam 12 tahun ;D. Tapi bagaimana pun, saya tahu ia selalu mencintai saya. Ia selalu siap untuk saya...meski ia jarang menyatakan secara lisan....
Namun begitulah perempuan, bukan? Selalu ingin tahu setiap saat. Hari ini sebesar apa cintanya padaku? bagaimana kesannya padaku? Apakah lebih baik dari kemarin? Bertambah? Berkurang?
Saat-saat kami berdua, saya sering mencoba menangkap sesuatu di matanya: diri saya. Sedalam apa saya menghunjam di mata, juga batinnya? Sejauh mana saya mampu mengesankannya? Seluas apa cintanya...?
Begitu juga, beberapa hari lalu, saat kami pulang bersama. Waktu-waktu seperti itu kami pakai untuk berdiskusi soal anak-anak, pekerjaan, keluarga besar..., dan yang lainnya, seraya mata saya terus lekat menatap matanya. Lagi-lagi: selalu mencari saya...
Ah, hari-hari kami memang berlalu begitu cepat. Tiba-tiba pernikahan kami sudah menjelang tahun ke 13. Limpahan kebahagian menyergap, meski kadang ada saja sandungan yang harus kami hadapi, yang kami harap dapat lebih mematangkan cinta kami....
"Sebenarnya, apa sih kesan terdalam Mas terhadap aku?" tiba-tiba saja kata-kata tersebut meluncur dari mulut saya, malam itu. Saya sempat terkejut sendiri.
Mas tersenyum.
Saya terdiam. Salah tingkah.
Sekitar kami hening. Hanya deru mesin mobil.
"Maaf ya, Mas..., gini hari nanyanya kayak orang pacaran...," kata saya lagi.
Mas masih tersenyum. Saya makin salah tingkah.
"Kemarin ketika sholat di masjid, ustadz yang berceramah menyampaikan tentang bidadari-bidadari yang akan diberikan Allah, yang akan menjadi istri para lelaki beriman di surga nanti....
"Iya...terus?" tanya saya. Saya ingat hadits itu...berapa bidadari? Puluhan?
"Bunda tahu, aku berharap aku tak mendapatkan para bidadari itu. Aku hanya ingin bersama bunda, menjadi suamimu di dunia dan di surga nanti...."
Hening lagi. Beberapa mobil melintas, Sorot lampu bergantian menyergap kami.
Lalu lidah saya kelu. Sebentar lagi airmata saya akan tumpah. Saya tahan sebisa saya.
"Itulah kesanku untuk bunda...," ujarnya pelan. Ia tumpukan tangan kirinya di atas tangan kanan saya. Membelai tangan saya lembut.
Saya tersenyum dalam diam. Kalau tak di dalam mobil, mungkin sudah saya peluk ia erat-erat. Ah, ia tak perlu tahu, airmata saya jatuh juga....Itu kata-kata paling romantis yang pernah saya dengar di dunia ini!
Malam ganjil di bulan Ramadhan yang berkah. Sebait doa saya kirim ke petala langit. Semoga kami berdua dan anak-anak selalu bersama. Selalu bersama di dunia dan di akhirat. Selalu bersama....ya, lebih lama dari selamanya....amiiin
Kamis, 19 Februari 2009
2009, Tahun Kehancuran AS?
Kondisi ekonomi AS, memasuki bulan Februari 2009, semakin morat-marit. Lapangan pekerjaan semakin sempit. Jangankan bertambah, yang ada pun diberhentikan. Pengangguran tak pelak, melesat jumlahnya. Sekarang angka pengangguran di AS meningkat sudah mencapai 7,6 persen dari sebelumnya 7,2 persen pada Desember tahun lalu.
Peningkatan angka pengangguran tersebut merupakan level yang tertinggi sejak 1992, atau dalam 16 tahun terakhir. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, keadaan ekonomi menyebabkan 598 ribu orang kehilangan lapangan kerja setiap bulannya, dan angka ini terus bertambah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan AS mengalami resesi. Di antaranya adalah;
Satu, secara mengejutkan, AS menjatuhkan harga minyak dunia di bawah $50.00/barrel. Ini mereka lakukan untuk memerangi ekonomi negara-negara Arab/OPEC. AS mencari jalan bagaimana membuat bangkrut negara-negara OPEC, terutama Iran dengan cara memotong lebih dari 75% pendapatan mereka. Saat ini, Iran sedang menjalankan sebuah bursa minyak yang secara efektif menyingkirkan pasar minyak New York dan London. Lebih yang membuat AS makin terpuruk, Iran menjual minyaknya tidak dengan mata uang dolar, tetapi dengan mata uang lainnya seperti Euro. Hal ini, jelas, merupakan sebuah ancaman langsung terhadap sistem perbankan Barat.
Dua, berpuluh-puluh tahun lamanya, negara-negara Arab membiayai hutang luar negeri AS. Hal ini dilakukan berdasarkan perjanjian dengan perbankan di New York dan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari tatanan dunia sejak kegagalan Bretton Wood Agreement pada tahun 1971. Tahun ini, perjanjian itu berakhir. Karena itu bunga hutang AS yang saat ini konon melebihi 15 Trilyun dolar tidak lagi dibiayai oleh kreditur asing. Cina, India dan negara-negara di Asia lainnya melakukan hal yang sama. Ini menyebabkan inflasi yang sangat tinggi di AS.
Tiga, masyarakat AS mudah ditipu, naif dan malas. Pemilihan Barack Obama sebagai Presiden AS adalah contohnya. Orang-orang yang mengendalikan di sekitar Obama sebagian besar adalah anggota the Council on Foreign Relations. Mereka adalah orang-orang yang sama yang mengendalikan perjalanan administrasi Clinton dan Pemerintahan dua Bush. Mengenai kebijaksanaan ekonomi "Obama" akan menjadi Hoover yang lain." Dengan kata lain Obama akan mengikuti perintah-perintah yang disampaikan kepadanya dan akan membidani malapetaka perekonomian Amerika Serikat yang akan segera terjadi beberapa saat lagi. Menurut banyak pengamat AS, Obama adalah seorang presiden yang tidak penting, yang memang dipilih oleh the "elite", kemudian dilatihnya, dipelihara, penampilan palsunya dibungkus dengan rapi kemudian dijual kepada publik Amerika.
Empat, rakyat AS diambang kesadaran dari tidur nyenyaknya. Selama ini pemerintah AS selalu ketakutan jika rakyat AS menyadari apa yang sedang terjadi di negaranya. Keesokan hari setelah pemilihan Obama, toko senapan di seluruh AS habis diborong oleh warganegara yang takut dan terkejut atas kemenangan Obama.Wal Mart melaporkan bahwa keesokan hari setelah pemilihan presiden penjualan perlengkapan senjata mereka naik sebesar 400%. Angka tersebut adalah sebuah catatan dalam penjualan perlengkapan senjata dalam tempo satu kali dua puluh empat jam. Hal ini berlanjut selama beberapa minggu setelah pemilihan. Dan perilaku rakyat AS ini merupakan refleksi dari rasa takut yang besar.
Lima, perang Afghanistan. Sementara Kongres AS menyetujui stimulus Obama senila lebih 800 milyar dollar, di sisi lain terjadi pengerahan militer besar-besaran ke Afghanistan. Rakyat AS sampai saat ini masih tidak paham apa yang menyebabkan mobilisasi tentara ke Afghansitan tersebut. Yang pasti, dengan adanya pengerahan ini memakan biaya yang sangat besar pula. AS diyakini akan mengalami nasib seperti Rusia yang juga pernah menginvasi Afghanistan dan bangkrut di tengah jalan.
Akankah itu semua merupakan tanda bahwa AS akan mengalami kehancuran ekonomi dan bidang lainnya di tahun 2009? Wallohu alam bis showwab. (sa/hm)
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/analisa/2009-tahun-kehancuran-as.htm
Peningkatan angka pengangguran tersebut merupakan level yang tertinggi sejak 1992, atau dalam 16 tahun terakhir. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, keadaan ekonomi menyebabkan 598 ribu orang kehilangan lapangan kerja setiap bulannya, dan angka ini terus bertambah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan AS mengalami resesi. Di antaranya adalah;
Satu, secara mengejutkan, AS menjatuhkan harga minyak dunia di bawah $50.00/barrel. Ini mereka lakukan untuk memerangi ekonomi negara-negara Arab/OPEC. AS mencari jalan bagaimana membuat bangkrut negara-negara OPEC, terutama Iran dengan cara memotong lebih dari 75% pendapatan mereka. Saat ini, Iran sedang menjalankan sebuah bursa minyak yang secara efektif menyingkirkan pasar minyak New York dan London. Lebih yang membuat AS makin terpuruk, Iran menjual minyaknya tidak dengan mata uang dolar, tetapi dengan mata uang lainnya seperti Euro. Hal ini, jelas, merupakan sebuah ancaman langsung terhadap sistem perbankan Barat.
Dua, berpuluh-puluh tahun lamanya, negara-negara Arab membiayai hutang luar negeri AS. Hal ini dilakukan berdasarkan perjanjian dengan perbankan di New York dan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari tatanan dunia sejak kegagalan Bretton Wood Agreement pada tahun 1971. Tahun ini, perjanjian itu berakhir. Karena itu bunga hutang AS yang saat ini konon melebihi 15 Trilyun dolar tidak lagi dibiayai oleh kreditur asing. Cina, India dan negara-negara di Asia lainnya melakukan hal yang sama. Ini menyebabkan inflasi yang sangat tinggi di AS.
Tiga, masyarakat AS mudah ditipu, naif dan malas. Pemilihan Barack Obama sebagai Presiden AS adalah contohnya. Orang-orang yang mengendalikan di sekitar Obama sebagian besar adalah anggota the Council on Foreign Relations. Mereka adalah orang-orang yang sama yang mengendalikan perjalanan administrasi Clinton dan Pemerintahan dua Bush. Mengenai kebijaksanaan ekonomi "Obama" akan menjadi Hoover yang lain." Dengan kata lain Obama akan mengikuti perintah-perintah yang disampaikan kepadanya dan akan membidani malapetaka perekonomian Amerika Serikat yang akan segera terjadi beberapa saat lagi. Menurut banyak pengamat AS, Obama adalah seorang presiden yang tidak penting, yang memang dipilih oleh the "elite", kemudian dilatihnya, dipelihara, penampilan palsunya dibungkus dengan rapi kemudian dijual kepada publik Amerika.
Empat, rakyat AS diambang kesadaran dari tidur nyenyaknya. Selama ini pemerintah AS selalu ketakutan jika rakyat AS menyadari apa yang sedang terjadi di negaranya. Keesokan hari setelah pemilihan Obama, toko senapan di seluruh AS habis diborong oleh warganegara yang takut dan terkejut atas kemenangan Obama.Wal Mart melaporkan bahwa keesokan hari setelah pemilihan presiden penjualan perlengkapan senjata mereka naik sebesar 400%. Angka tersebut adalah sebuah catatan dalam penjualan perlengkapan senjata dalam tempo satu kali dua puluh empat jam. Hal ini berlanjut selama beberapa minggu setelah pemilihan. Dan perilaku rakyat AS ini merupakan refleksi dari rasa takut yang besar.
Lima, perang Afghanistan. Sementara Kongres AS menyetujui stimulus Obama senila lebih 800 milyar dollar, di sisi lain terjadi pengerahan militer besar-besaran ke Afghanistan. Rakyat AS sampai saat ini masih tidak paham apa yang menyebabkan mobilisasi tentara ke Afghansitan tersebut. Yang pasti, dengan adanya pengerahan ini memakan biaya yang sangat besar pula. AS diyakini akan mengalami nasib seperti Rusia yang juga pernah menginvasi Afghanistan dan bangkrut di tengah jalan.
Akankah itu semua merupakan tanda bahwa AS akan mengalami kehancuran ekonomi dan bidang lainnya di tahun 2009? Wallohu alam bis showwab. (sa/hm)
sumber : http://www.eramuslim.com/berita/analisa/2009-tahun-kehancuran-as.htm
Kamis, 12 Februari 2009
Minta maaflah sama ibu Kita!

Minta maaflah sama ibu kita!
________________________________________
Saat kita berusia 1 tahun, ia mensusuimu dan memandikanmu, sebagai balasannya kau menangis di tengah malam.
Saat kitaberusia 2 tahun, dia mengajarimu cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kita berusia 3 tahun, dia memasakkan makanan kesukaanmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kita berusia 4 tahun, dia memberimu pensil warna. Sebagai balasannya kau coret semua dinding dan meja makan dengan pensil warna itu.
Saat kita berusia 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang indah. Sebagai balasannya, kau mengotorinya dengan bermain di kobangan.
Saat kita berusia 6 tahun, dia mengantarkanmu ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berkata, ”nggak mau, aku mau sama bibi!”
Saat kita berusia 7 tahun, dia membelikanmu mainan. Sebagai balasannya, kau lebih mementingkan mainanmu tetap bagus daripada ibumu yang bersedih.
Saat kita berusia 8 tahun, dia menginjinkanmu jajan. Sebagai balasannya, kau terus merengek dan menghabiskan uangnya.
Saat kita berusia 9 tahun, dia membayar mahal atas biaya les dan lain-lain. Sebagai balasannya, kau seringkali bolos dan bahkan sengaja meninggalkan.
Saat kita berusia 10 tahun, dia mengantarkanmu ke mana saja. Sebagai balasannya, tak ada salam ketika kau meninggalkannya.
Saat berusia 11 tahun, dia mengijinkanmu belajar bersama dan pulang tepat waktu. Sebagai balasannya, kau malah bermalam dirumah temanmu tanpa seijin orangtuamu.
Saat kita berusia 12 tahun, dia melarangmu untuk menonton film dibioskop. Sebagai balasannya, kau tetap menonton setelah menunggu dia keluar rumah.
Saat kita berusia 13 tahun, dia menyarankanmu memotong rambut. Sebagai balasannya, kau mengatakan, ”ibu tak tahu mode niyh. Rambut seperti ini lagi zamannya!”
Saat kita berusia 14 tahun, dia membayar biaya kemah atau tafakur alam di sekolahmu. Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya atau memberi kabar.
Saat kita berusia 15 tahun, pulang kerja ia ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau mengunci pintu kamarmu, kau bilang, ”saya sudah besar bu!”
Saat kau berusia 16 tahun, dia membolehkanmu mengendarai kendaraan bermotor. Sebagai balasannya, kau menyalahgunakan izin tersebut.
Saat kita berusia 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting kau malah asyik menelepon teman-temanmu yang sama sekali tidak begitu penting.
Saat kau berusia 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau akhirnya lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta semalaman hingga pagi.
Saat kita berusia 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus untuk pertama kali. Namun balasannya, kau malah meminta ibumu berhenti jauh dari gerbang kampus dan berkata, ”aku malu bu! Aku kan udah gede.”
Saat kita berusia 20 tahun, dia bertanya, ”dari mana saja kamu sehariaan nak?” lalu kau menjawab, ”Ah, Ibu cerewet sekali siyh, ingin tahu urusan anak muda aja!”
Saat kita berusia 21 tahun, dia bertanya, ”Gimana kuliahmu nak?” lalu kau menjawab, ”biasa saja, memangnya kenapa?” dengan logat acuh.
Saat kita berusia 22 tahun, dia mememlukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya padanya, ”mana hadiahnya? Katanya mau jalan-jalan saat aku lulus bu?”
Saat kita berusia 23 tahun, dia membelikanmu sebuah barang yang kau idamkan. Lalu balasannya, ”ah ibu! Kalau mau beli apa-apa untukku bilang-bilang dong! Aku nggak suka model seperti ini, aku suka yang kayak begini loh!”
Saat kita berusia 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, ”kok pertanyaan kayak begitu?
Saat kita berusia 25 tahun, dia membantu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya kau malah pindah ke luar kota meninggalkan ibumu.
Saat kita berusia 30 tahun, dia memberitahumu cara merawat bayi. Sebagai balasannya, kau malah berkata, ”Bu, sekarang zamannya sudah beda. Udah zaman modern, nggak perlu cara seperti dulu lagi.”
Saat kita berusia 50 tahun, dia sakit-sakitan dan membutuhkan perawatanmu. Sebagai balasannya, kaun malah membaca Buku Pengaruh Negatif Mengasuh Orang Tua Di Rumah Sendiri Terhadap Anak.
Dan suatu hari ia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum kamu lakukan padanya, karena mereka datang menghantam hatimu bagaikan palu Ghodam.
JIKA BELIAU MASIH ADA JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH DIA BERIKAN KEPADAMU.
Langganan:
Postingan (Atom)