Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang menyejajarkan yang diimpikannya dengan yang dikerjakannya.
Mudah-mudahan sapa ini menemui Anda sedang dalam pemusatan pikiran pada pekerjaan yang akan menyejahterakan dan membahagiakan Anda dan keluarga yang tercinta.
Berikut adalah MTSN sederhana bagi penikmatan kita di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling mendoakan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan setiap anggotanya.
Please kindly enjoy, absorb, and apply.
Mario Teguh Super Note
ANDA HARUS BERHASIL, WALAU PUN APA PUN
Anda memampukan diri untuk bekerja dengan keprimaan, dalam keadaan apa pun, walau apa pun.
Katakanlah,
Saya akan ijinkan penolakan, menerima perendahan, dan bahkan akan saya ikhlaskan penghinaan kepada saya,
kalau itu akan menjadikan saya bersungguh-sungguh untuk memuliakan diri saya.
Yakinilah bahwa apa pun yang terjadi, terjadi dengan ijin Tuhan,
dan bahwa yang terjadi adalah untuk memuliakan Anda,
dan jika Anda tidak menyukai suatu kejadian – itu karena Anda belum menyesuaikan sikap Anda dengan yang terjadi;
tetapi Anda tahu pasti bahwa kebaikan dan atau keburukan yang terjadi, terjadi untuk memuliakan Anda.
Anda seorang Pribadi Super Indonesia.
Anda mengetahui, bahwa
Keburukan yang terjadi, tetapi yang menjadikan Anda lebih baik – adalah sebetulnya kebaikan.
...........
Sahabat saya yang tegas untuk kebaikan hidupnya,
Rencanakanlah yang akan Anda lakukan, dan lakukanlah yang telah Anda rencanakan.
Sulit bagi Anda untuk menemukan orang yang dalam rencana keberhasilannya ada rencana keberhasilan bagi Anda.
Maka, Anda harus merencanakan keberhasilan Anda sendiri. Kemudian pastikanlah bahwa Anda menjadi pelaksana yang bersungguh-sungguh dari rencana-rencana Anda.
Janganlah membiasakan diri untuk menyusun rencana, dengan kesadaran yang penuh bahwa Anda tidak akan melaksanakannya.
Ingatlah,
Orang yang kehilangan hormat kepada rencana-rencananya sendiri, akan kehilangan kepercayaan kepada haknya bagi masa depan yang berkualitas.
………..
Sahabat saya yang super potensi masa depannya,
Begitu dulu ya?
Teruslah bekerja keras untuk keberhasilan Anda.
Kita memang tidak tahu kapan keberhasilan itu akan datang, tetapi ia pasti datang menemui jiwa yang tulus dalam pekerjaannya.
Keberhasilan memang tidak langsung kita temui pada awal perjalanan kita, tetapi jika kita setia pada jalan-jalan kebaikan, hidup kita sudah akan menjadi baik tanpa harus menjadi kaya raya dan sangat berkuasa.
Keberhasilan utama dalam hidup ini adalah menjadi pribadi yang baik, dengan jiwa yang damai.
Saya mendoakan dengan semua ketulusan yang ada dalam kemampuan diri ini, agar itulah yang segera Tuhan jadikan sebagai kualitas kehidupan Anda dan keluarga tercinta.
Marilah kita menjadikan diri kita sebagai saudara dan sahabat dalam kebaikan.
Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.
Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda.
Salam super,
Mario Teguh
Rabu, 18 November 2009
Selasa, 17 November 2009
Sempatkan Untuk Mendengar!
Ditulis oleh: Anne Ahira
Abidarren,
Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.
Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)
Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.
Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.
Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.
Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Abidarren dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang
menarik. Hal ini bisa membuat
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.
Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif, dan merupakan salah satu
tangga Abidarren untuk mencapai kesuksesan! :-)
Abidarren,
Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.
Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)
Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?
Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.
Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.
Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)
Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.
Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.
Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.
Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.
Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.
Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.
Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.
Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Abidarren dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang
menarik. Hal ini bisa membuat
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.
Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.
Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.
Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.
Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif, dan merupakan salah satu
tangga Abidarren untuk mencapai kesuksesan! :-)
7 : Karakter yang harus dimiliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur
Hello abidarren :-)
Apa kabar?
Empat hari yang lalu kami sudah email kepada abidarren tentang
7 Alasan Utama mempromosikan Bisnis Melalui Internet!
Hari ini, kami akan menjelaskan tentang karakter yang harus
abidarren miliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur.
Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki
pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur
juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan
pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri abidarren sendiri
untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur abidarren.
1. Berapa besar komitmen abidarren?
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar
terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam
prakteknya. Jika abidarren masih berangan-angan memiliki bisnis
sendiri dan belum memulainya, barangkali abidarren mesti memperkuat
komitmen abidarren dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun,
tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau
begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?! :-)
2. Apakah gelas abidarren setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi
hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis.
Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat
kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa
keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan,
bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.
3. Apakah abidarren senang membuat keputusan?
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah
pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok.
Memiliki sebuah bisnis -khususnya yang modalnya tidak besar-
berarti harus siap membuat keputusan dengan market research
terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira
apakah abidarren senang membuat keputusan-keputusan demikian?
4. Apakah abidarren memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis
abidarren terwujud?
Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai
abidarren memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis.
Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu
pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank, dll-.
abidarren juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan
sesuai rencana. Nah, apakah abidarren sanggup menyokong
kelangsungan business plan agar bisnis abidarren tetap bertahan?
5. Apakah abidarren senang menjual?
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan
bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan
sekalipun-. Sebagai seorang entrepreneur, pekerjaan abidarren
adalah 'menjual'. Menjual produk abidarren, visi perusahaan dan
diri abidarren sendiri. Dan abidarren harus melakukan ini setiap
hari, dalam setiap waktu. Jika abidarren menikmatinya, abidarren
memang seorang entrepreneur sejati. :-)
abidarren, jika abidarren menjawab YA pada sebagian besar
pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti abidarren memiliki
karakter entrepreneur dan siap untuk memiliki bisnis
sendiri.
Tetapi jika sebagian besar jawabannya adalah TIDAK,
sebaiknya pertimbangkan untuk menggaet partner bisnis untuk
membantu membuat rencana bisnis abidarren menjadi kenyataan. :-)
Dan setelah abidarren siap meluncurkan bisnis, jangan lupa
untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Asian Brain
Internet Marketing Center! Bagaimanapun, bisnis abidarren
tidak akan berkembang tanpa strategi marketing yang jitu.
Karena itu, kami memberi solusi dengan memberi panduan
internet marketing yang lengkap dan detail PLUS tips, artikel,
case study dari marketer dunia serta ide-ide bisnis niche market-
yang akan sangat berguna bagi abidarren.
Apa kabar?
Empat hari yang lalu kami sudah email kepada abidarren tentang
7 Alasan Utama mempromosikan Bisnis Melalui Internet!
Hari ini, kami akan menjelaskan tentang karakter yang harus
abidarren miliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur.
Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki
pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur
juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan
pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri abidarren sendiri
untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur abidarren.
1. Berapa besar komitmen abidarren?
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar
terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam
prakteknya. Jika abidarren masih berangan-angan memiliki bisnis
sendiri dan belum memulainya, barangkali abidarren mesti memperkuat
komitmen abidarren dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun,
tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau
begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?! :-)
2. Apakah gelas abidarren setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi
hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis.
Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat
kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa
keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan,
bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.
3. Apakah abidarren senang membuat keputusan?
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah
pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok.
Memiliki sebuah bisnis -khususnya yang modalnya tidak besar-
berarti harus siap membuat keputusan dengan market research
terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira
apakah abidarren senang membuat keputusan-keputusan demikian?
4. Apakah abidarren memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis
abidarren terwujud?
Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai
abidarren memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis.
Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu
pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank, dll-.
abidarren juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan
sesuai rencana. Nah, apakah abidarren sanggup menyokong
kelangsungan business plan agar bisnis abidarren tetap bertahan?
5. Apakah abidarren senang menjual?
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan
bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan
sekalipun-. Sebagai seorang entrepreneur, pekerjaan abidarren
adalah 'menjual'. Menjual produk abidarren, visi perusahaan dan
diri abidarren sendiri. Dan abidarren harus melakukan ini setiap
hari, dalam setiap waktu. Jika abidarren menikmatinya, abidarren
memang seorang entrepreneur sejati. :-)
abidarren, jika abidarren menjawab YA pada sebagian besar
pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti abidarren memiliki
karakter entrepreneur dan siap untuk memiliki bisnis
sendiri.
Tetapi jika sebagian besar jawabannya adalah TIDAK,
sebaiknya pertimbangkan untuk menggaet partner bisnis untuk
membantu membuat rencana bisnis abidarren menjadi kenyataan. :-)
Dan setelah abidarren siap meluncurkan bisnis, jangan lupa
untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Asian Brain
Internet Marketing Center! Bagaimanapun, bisnis abidarren
tidak akan berkembang tanpa strategi marketing yang jitu.
Karena itu, kami memberi solusi dengan memberi panduan
internet marketing yang lengkap dan detail PLUS tips, artikel,
case study dari marketer dunia serta ide-ide bisnis niche market-
yang akan sangat berguna bagi abidarren.
Senin, 16 November 2009
Kritik Anda adalah Kue Anda
Ditulis oleh: Anne Ahira
Abidarren,
"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan."
-- Halle Berry, 2005
Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan
Halle Berry, artis peraih Oscar melalui
film James Bond 'Die Another Day' di
tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie
Award.
Razzie Award adalah penghargaan yang
diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk
ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.
Ia adalah orang yang pertama kali
langsung datang ke tempat pemberian
penghargaan tersebut.
Tidak ada Aktor dan Artis lain
sebelumnya yang sanggup datang dan
hanya menyampaikan pesannya melalui
video.
Sambutannya sungguh menarik : "Saya
menerima penghargaan ini dengan tulus.
Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di
film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu
tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."
Tepukan tangan sambil berdiri sebagai
bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya,
sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.
Nah, sekarang, apa arti kritik bagi
Abidarren? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga,
atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia
menerima pujian?
Kritik memiliki banyak bentuk...
Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,
sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka
akan kritik.
Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan
jika kita berlaku dan tampil sempurna,
memuaskan semua orang dan mendapatkan
pujian.
Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa
kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala
keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka
mengkritik, daripada dikritik. :-)
Kalau Abidarren suka sepak bola, pasti
sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya.
Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding
dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)
Belum lagi para pakar dan pengamat
politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik,
seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)
Namun bukan itu permasalahannya!
Pertanyaannya sekarang adalah...
seandainya Abidarren mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa
yang harus Abidarren lakukan?
Jawabannya adalah...
=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya
kue kegemaran kita!
Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)
Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.
Berikut tips untuk Abidarren saat menghadapi
kritik:
1. Ubah Paradigma Abidarren Terhadap Kritik
Abidarren, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.
Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Abidarren harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
Abidarren! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Abidarren bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Abidarren. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Abidarren. Tokh Abidarren tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.
Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Abidarren.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Abidarren
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.
Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Abidarren kelak.
Jangan pernah Abidarren balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.
Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Abidarren untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Abidarren.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)
Abidarren,
"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan."
-- Halle Berry, 2005
Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan
Halle Berry, artis peraih Oscar melalui
film James Bond 'Die Another Day' di
tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie
Award.
Razzie Award adalah penghargaan yang
diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk
ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.
Ia adalah orang yang pertama kali
langsung datang ke tempat pemberian
penghargaan tersebut.
Tidak ada Aktor dan Artis lain
sebelumnya yang sanggup datang dan
hanya menyampaikan pesannya melalui
video.
Sambutannya sungguh menarik : "Saya
menerima penghargaan ini dengan tulus.
Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di
film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu
tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."
Tepukan tangan sambil berdiri sebagai
bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya,
sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.
Nah, sekarang, apa arti kritik bagi
Abidarren? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga,
atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia
menerima pujian?
Kritik memiliki banyak bentuk...
Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,
sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka
akan kritik.
Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan
jika kita berlaku dan tampil sempurna,
memuaskan semua orang dan mendapatkan
pujian.
Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa
kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala
keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka
mengkritik, daripada dikritik. :-)
Kalau Abidarren suka sepak bola, pasti
sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya.
Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding
dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)
Belum lagi para pakar dan pengamat
politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik,
seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)
Namun bukan itu permasalahannya!
Pertanyaannya sekarang adalah...
seandainya Abidarren mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa
yang harus Abidarren lakukan?
Jawabannya adalah...
=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya
kue kegemaran kita!
Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)
Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.
Berikut tips untuk Abidarren saat menghadapi
kritik:
1. Ubah Paradigma Abidarren Terhadap Kritik
Abidarren, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.
Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Abidarren harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
Abidarren! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Abidarren bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Abidarren. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Abidarren. Tokh Abidarren tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.
Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Abidarren.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Abidarren
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.
Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Abidarren kelak.
Jangan pernah Abidarren balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.
Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Abidarren untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Abidarren.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)
Bahagia Karena Membahagiakan
Posted: 15 Nov 2009 11:47 PM PST
TQ. Muslim yang hebat bukanlah yang serba tahu tentang aib orang lain kemudian menyebarkannya dengan penuh suka cita
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa mengenyahkan satu kedukaan dunia dari seorang Mukmin maka Allah mengenyahkan kedukaan darinya pada hari kiamat. Barangsiapa memberikan kemudahan bagi orang yang kesulitan maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi (aib)-Nya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." (H.R. Muslim)
Saat mensyarah (menjelaskan) hadis ini, Imam Nawawi menulis, "Ini merupakan hadis agung yang mencakup berbagai ilmu, kaidah, dan tatakrama." Dengan hadis ini kita mendapat penegasan bahwa Islam merupakan kasih sayang bagi sekalian alam (rahmatan lil-‘alamin), realistis, dan sangat peduli dan membela orang-orang lemah secara adil.
Orang-orang atheis menganggap agama sebagai candu (racun). Karena dalam dugaan mereka, agama –termasuk Islam—adalah ajaran yang meninabobokan. Orang-orang yang miskin disuruh bersabar karena nanti di hari akhirat akan mendapatkan kebahagiaan. Orang yang tertindas disuruh bersabar sebab nanti di hari akhirat orang yang melakukan penindasan akan dimasukkan ke neraka. Dalam pandangan orang-orang atheis, ajaran semacam ini adalah ajaran yang membuat orang menjadi fatalis, pasrah, dan bersikap "apa yang terjadi, terjadilah".
Jika mereka mengalamatkan tuduhan itu pada Islam, jelas salah. Karena sesungguhnya Islam bukanlah agama yang menolerir kezaliman di dunia, lebih-lebih atas nama kebahagiaan di hari akhirat. Islam juga bukan agama yang menjadikan kemelaratan sebagai parameter kemuliaan, baik di dunia tidak pula di akhirat kelak. Hadis ini justru memastikan bahwa di antara kelompok manusia yang akan mendapatkan kebahagian hakiki di akhirat kelak adalah orang yang rela berbagi, siap membantu, dan punya semangat mencari solusi. Dan bukannya orang-orang yang pasrah pada keadaan, putus asa, serta tidak memiliki keberdayaan. Bukan! Dan tentu saja hadis yang sedang kita kaji ini hanyalah secuil contoh dari keindahan Islam.
Ada banyak pelajaran penting yang dapat kita serap dari hadis di atas, antara lain:
Pertama, dalam kehidupan akan senantiasa ada orang yang mengalami nestapa, duka, dan kekurangan.
"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Q.S. Az-Zukhruf 43: 32)
Keadaan seperti ini adalah peluang bagi orang-orang yang mendapatkan keleluasaan untuk beramal. Keadaan miskin dan kaya di mata Allah hanyalah ujian. Orang kaya dengan kekayaannya bisa masuk surga bisa pula masuk neraka. Orang miskin dengan kemiskinannya bisa masuk surga bisa pula masuk neraka.
Kedua, Islam mengakui dan menghargai kepemilikan pribadi.
Dalam hadis itu Rasulullah saw. tidak mengatakan bahwa harta orang kaya adalah otomatis milik bersama dengan orang miskin. Rasulullah saw. justru mengisyaratkan bahwa seseorang bisa berperan dengan apa yang ia miliki –termasuk hartanya. Dan kemudian karena perbuatannya itu ia mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan di hari akhirat.
Untuk menghormati hasil jerih payah dan kepemilikan seseorang, Islam melarang mencuri dan menghukum pencuri dengan hukuman berat. Islam juga menilai orang yang mati dalam rangka mempertahankan hak miliknya sebagai syahid. Dan adanya kewajiban zakat, anjuran infak, dan sedekah adalah nyata-nyata menegaskan bahwa Allah tidak melarang manusia mempunyai harta, yang dilarang adalah rakus, kikir, dan menjadikan dunia sebagai tujuan.
Ketiga, kewajiban untuk memberi solusi, kemudahan, dan membantu adalah kewajiban seluruh Muslim. Namun, bagi pemimpin hal itu lebih wajib lagi. Rasulullah saw. telah memberi contoh untuk itu. Dalam sebuah hadis disebutkan,
"Seorang lelaki datang menghadap Rasulullah saw. guna mengadukan perihal kemelaratan yang dideritanya, lalu ia pulang. Maka Rasulullah saw. mengatakan kepadanya, ‘Pergilah hingga kamu mendapatkan sesuatu (untuk dijual).’ Orang itu lalu pergi dan pulang lagi (menghadap Rasulullah saw.) dengan membawa sehelai kain dan sebuah cangkir. Orang itu lalu mengatakan, ‘Ya Rasulullah, sebagian kain ini biasa digunakan keluarga saya sebagai alas dan sebagiannya lagi sebagai penutup tubuh. Sedangkan cangkir ini biasa mereka gunakan sebagai tempat minum.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Siapa yang mau membeli keduanya dengan harga satu dirham?’ Seorang laki-laki menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah.’ Rasulullah saw. berkata lagi, ‘Siapa yang mau membeli keduanya dengan harga lebih dari satu dirham.’ Seorang laki-laki mengatakan, ‘Aku akan membelinya dengan harga dua dirham.’ Rasulullah saw. berujar, ‘Kalau begitu kedua barang itu untuk kamu.’ Lalu Rasulullah saw. memanggil orang (yang menjual barang) itu seraya mengatakan, ‘Belilah kapak dengan satu dirham dan makanan untuk keluargamu dengan satu dirham.’ Orang itu kemudian melaksanakan perintah itu lalu datang lagi kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw. memerintahkan kepadanya, ‘Pergilah ke lembah itu, dan janganlah kamu meninggalkan ranting atau duri atau kayu bakar. Dan janganlah kamu menemuiku selama lima belas hari.’ Maka orang itu pun pergi dan mendapatkan uang sepuluh dirham. Rasulullah saw. mengatakan, ‘Pergi dan belilah makanan untuk keluargamu dengan uang lima dirham.’ Orang itu mengatakan, ‘Ya Rasulullah, Allah telah memberikan barokah dalam apa yang kauperintahkan kepadaku.’" (H.R. Al Baihaqi)
Keempat, banyak cara yang dapat dilakukan untuk meringankan beban, mengenyahkan kesulitan, dan membantu orang lain. Jangan selalu dipahami bahwa membantu harus selalu dengah harta atau hal lain yang bersifat meterial. Kata-kata yang baik dan tepat bisa menjadi solusi yang lebih jitu ketimbang harta yang disedekahkan dengan cara menyakiti. Allah swt. berfirman, "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." (Q.S. Al Baqarah 2: 263)
Bahkan, ada orang yang merasa terbantu karena ada orang lain yang bersedia mendengarkannya saat dia curhat. Karenanya ada orang yang secara profesional menyiapkan diri sebagai tempat curhat.
Kelima, orang Muslim yang hebat bukanlah yang serba tahu tentang aib orang lain kemudian menyebarkannya dengan penuh suka cita. Orang yang hebat adalah orang yang mampu menjaga aib dan menutupi keburukan saudaranya. Pantang ia membicarakan keburukan saudaranya kecuali hanya untuk tujuan kemaslahatan. Betapa menyedihkannya orang yang berbahagia saat mendengar dan mengetahui keburukan dan kekurangan orang lain. Dan betapa busuknya orang yang senang melihat saudaranya jatuh martabatnya dan kehilangan keharuman namanya. Oleh karena itu, janganlah kita merasa bangga karena banyak orang yang melapor kepada kita tentang keburukan orang lain. Alih-alih bangga, kita harusnya merasa sedih. Karena jika setiap pembicaraan busuk disampaikan kepada kita, berarti kita dianggap tempat sampah. Tempat penampungan segala sesuatu yang busuk.
Keenam, kedahsyatan hari kiamat haruslah menjadi sesuatu yang kita takuti dan kemudian kita berusaha untuk melindungi diri dengan amal saleh. Allah swt. berfirman, "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika)kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras." (Q.S. Al Hajj 1-2)
Jika kita mampu memberikan kebahagian pada saudara kita dan mengenyahkan kesulitan-kesulitannya di dunia, niscaya kita menjadi orang yang bahagia di hari akhirat. Orang yang paling bahagia adalah orang yang berhasil membahagiakan orang lain. Wallahu a’lam
TQ. Muslim yang hebat bukanlah yang serba tahu tentang aib orang lain kemudian menyebarkannya dengan penuh suka cita
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa mengenyahkan satu kedukaan dunia dari seorang Mukmin maka Allah mengenyahkan kedukaan darinya pada hari kiamat. Barangsiapa memberikan kemudahan bagi orang yang kesulitan maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi (aib)-Nya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." (H.R. Muslim)
Saat mensyarah (menjelaskan) hadis ini, Imam Nawawi menulis, "Ini merupakan hadis agung yang mencakup berbagai ilmu, kaidah, dan tatakrama." Dengan hadis ini kita mendapat penegasan bahwa Islam merupakan kasih sayang bagi sekalian alam (rahmatan lil-‘alamin), realistis, dan sangat peduli dan membela orang-orang lemah secara adil.
Orang-orang atheis menganggap agama sebagai candu (racun). Karena dalam dugaan mereka, agama –termasuk Islam—adalah ajaran yang meninabobokan. Orang-orang yang miskin disuruh bersabar karena nanti di hari akhirat akan mendapatkan kebahagiaan. Orang yang tertindas disuruh bersabar sebab nanti di hari akhirat orang yang melakukan penindasan akan dimasukkan ke neraka. Dalam pandangan orang-orang atheis, ajaran semacam ini adalah ajaran yang membuat orang menjadi fatalis, pasrah, dan bersikap "apa yang terjadi, terjadilah".
Jika mereka mengalamatkan tuduhan itu pada Islam, jelas salah. Karena sesungguhnya Islam bukanlah agama yang menolerir kezaliman di dunia, lebih-lebih atas nama kebahagiaan di hari akhirat. Islam juga bukan agama yang menjadikan kemelaratan sebagai parameter kemuliaan, baik di dunia tidak pula di akhirat kelak. Hadis ini justru memastikan bahwa di antara kelompok manusia yang akan mendapatkan kebahagian hakiki di akhirat kelak adalah orang yang rela berbagi, siap membantu, dan punya semangat mencari solusi. Dan bukannya orang-orang yang pasrah pada keadaan, putus asa, serta tidak memiliki keberdayaan. Bukan! Dan tentu saja hadis yang sedang kita kaji ini hanyalah secuil contoh dari keindahan Islam.
Ada banyak pelajaran penting yang dapat kita serap dari hadis di atas, antara lain:
Pertama, dalam kehidupan akan senantiasa ada orang yang mengalami nestapa, duka, dan kekurangan.
"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Q.S. Az-Zukhruf 43: 32)
Keadaan seperti ini adalah peluang bagi orang-orang yang mendapatkan keleluasaan untuk beramal. Keadaan miskin dan kaya di mata Allah hanyalah ujian. Orang kaya dengan kekayaannya bisa masuk surga bisa pula masuk neraka. Orang miskin dengan kemiskinannya bisa masuk surga bisa pula masuk neraka.
Kedua, Islam mengakui dan menghargai kepemilikan pribadi.
Dalam hadis itu Rasulullah saw. tidak mengatakan bahwa harta orang kaya adalah otomatis milik bersama dengan orang miskin. Rasulullah saw. justru mengisyaratkan bahwa seseorang bisa berperan dengan apa yang ia miliki –termasuk hartanya. Dan kemudian karena perbuatannya itu ia mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan di hari akhirat.
Untuk menghormati hasil jerih payah dan kepemilikan seseorang, Islam melarang mencuri dan menghukum pencuri dengan hukuman berat. Islam juga menilai orang yang mati dalam rangka mempertahankan hak miliknya sebagai syahid. Dan adanya kewajiban zakat, anjuran infak, dan sedekah adalah nyata-nyata menegaskan bahwa Allah tidak melarang manusia mempunyai harta, yang dilarang adalah rakus, kikir, dan menjadikan dunia sebagai tujuan.
Ketiga, kewajiban untuk memberi solusi, kemudahan, dan membantu adalah kewajiban seluruh Muslim. Namun, bagi pemimpin hal itu lebih wajib lagi. Rasulullah saw. telah memberi contoh untuk itu. Dalam sebuah hadis disebutkan,
"Seorang lelaki datang menghadap Rasulullah saw. guna mengadukan perihal kemelaratan yang dideritanya, lalu ia pulang. Maka Rasulullah saw. mengatakan kepadanya, ‘Pergilah hingga kamu mendapatkan sesuatu (untuk dijual).’ Orang itu lalu pergi dan pulang lagi (menghadap Rasulullah saw.) dengan membawa sehelai kain dan sebuah cangkir. Orang itu lalu mengatakan, ‘Ya Rasulullah, sebagian kain ini biasa digunakan keluarga saya sebagai alas dan sebagiannya lagi sebagai penutup tubuh. Sedangkan cangkir ini biasa mereka gunakan sebagai tempat minum.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Siapa yang mau membeli keduanya dengan harga satu dirham?’ Seorang laki-laki menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah.’ Rasulullah saw. berkata lagi, ‘Siapa yang mau membeli keduanya dengan harga lebih dari satu dirham.’ Seorang laki-laki mengatakan, ‘Aku akan membelinya dengan harga dua dirham.’ Rasulullah saw. berujar, ‘Kalau begitu kedua barang itu untuk kamu.’ Lalu Rasulullah saw. memanggil orang (yang menjual barang) itu seraya mengatakan, ‘Belilah kapak dengan satu dirham dan makanan untuk keluargamu dengan satu dirham.’ Orang itu kemudian melaksanakan perintah itu lalu datang lagi kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw. memerintahkan kepadanya, ‘Pergilah ke lembah itu, dan janganlah kamu meninggalkan ranting atau duri atau kayu bakar. Dan janganlah kamu menemuiku selama lima belas hari.’ Maka orang itu pun pergi dan mendapatkan uang sepuluh dirham. Rasulullah saw. mengatakan, ‘Pergi dan belilah makanan untuk keluargamu dengan uang lima dirham.’ Orang itu mengatakan, ‘Ya Rasulullah, Allah telah memberikan barokah dalam apa yang kauperintahkan kepadaku.’" (H.R. Al Baihaqi)
Keempat, banyak cara yang dapat dilakukan untuk meringankan beban, mengenyahkan kesulitan, dan membantu orang lain. Jangan selalu dipahami bahwa membantu harus selalu dengah harta atau hal lain yang bersifat meterial. Kata-kata yang baik dan tepat bisa menjadi solusi yang lebih jitu ketimbang harta yang disedekahkan dengan cara menyakiti. Allah swt. berfirman, "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." (Q.S. Al Baqarah 2: 263)
Bahkan, ada orang yang merasa terbantu karena ada orang lain yang bersedia mendengarkannya saat dia curhat. Karenanya ada orang yang secara profesional menyiapkan diri sebagai tempat curhat.
Kelima, orang Muslim yang hebat bukanlah yang serba tahu tentang aib orang lain kemudian menyebarkannya dengan penuh suka cita. Orang yang hebat adalah orang yang mampu menjaga aib dan menutupi keburukan saudaranya. Pantang ia membicarakan keburukan saudaranya kecuali hanya untuk tujuan kemaslahatan. Betapa menyedihkannya orang yang berbahagia saat mendengar dan mengetahui keburukan dan kekurangan orang lain. Dan betapa busuknya orang yang senang melihat saudaranya jatuh martabatnya dan kehilangan keharuman namanya. Oleh karena itu, janganlah kita merasa bangga karena banyak orang yang melapor kepada kita tentang keburukan orang lain. Alih-alih bangga, kita harusnya merasa sedih. Karena jika setiap pembicaraan busuk disampaikan kepada kita, berarti kita dianggap tempat sampah. Tempat penampungan segala sesuatu yang busuk.
Keenam, kedahsyatan hari kiamat haruslah menjadi sesuatu yang kita takuti dan kemudian kita berusaha untuk melindungi diri dengan amal saleh. Allah swt. berfirman, "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika)kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras." (Q.S. Al Hajj 1-2)
Jika kita mampu memberikan kebahagian pada saudara kita dan mengenyahkan kesulitan-kesulitannya di dunia, niscaya kita menjadi orang yang bahagia di hari akhirat. Orang yang paling bahagia adalah orang yang berhasil membahagiakan orang lain. Wallahu a’lam
Rabu, 14 Oktober 2009
Ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya
Ibu adalah madrasah terbesar dan paling berharga bagi Anak, madrasah penentu hidup mrk, membuat hitam atau putih, goresan diatas kanvas kehidupan ditentukan oleh Ibu.
kalau Ibunya baik, maka InsyaALLAH mereka akan jadi anak solih/ah.
Anak-anak yang dididik dengan baik akan jadi kebanggaan Orangtua ketika sdh dewasa, Yang akan mengangkat nama Ayah Ibu di bumi dan dilangit, Yang akan mendo`akan Ayah Ibu dan mejadi syafaat terbesar
Ketika amal semuanya terputus, msh ada anak yg akan doakan Ayah Ibu, selain shadaqah jariyah dan ilmu yg manfaat.
Bagaimana menjadi Madrasah terbesar bagi Anak-anak kita?
Seorang Ibu Harus banyak tilawah, baca Qur'an, amalkan, banyak ilmu dan luas wawasan, jg baik akhlaqnya.
Iklaslah dalam mendidik mereka, Ikhlaskan lelah kita. Jika kita Ikhlas maka apa yg kita kerjakan akan maksimal, akan menjadi ibadah, akan membawa berkah, akan membuat lapang, akan memudahkan, akan membawa kebahagiaan yg hakiki di dunia dan akhirat.
KEYWORD Agar dapat menjadi ibu yang baik:
- merasa diri selalau diawasi oleh Allah meskipun di malam gelap, di dalam kamar gelap, tanpa cahaya setitikpun dan sedang sendirian, bebas dari mata siapapun
- istiqomah
- ikhlas, segala sesuatu krn Allah, agar hidup menjadi lbh hidup...tdk pernah terpikir keuntungan apapun kecuali Ridha Allah saja
- meninggalkan hal-hal yg tdk manfaat (standar manfaatnya agama)
- menjauhi hal-hal syubuhat apalagi haram
- tdk akan melakukan hal-hal yg tdk diperintahkan agama, tidak ada sumbernya dalam agama, lingkuran kehidupan hanya dalam manhaj yg telah digariskan agama
- prinsip hidup ketika berinteraksi dgn org lain: berbuatlah kepada org lain sebagaimana ingin diperlakukan oleh org lain.
Mendidik anak jangan serahkan sepenuhnya kepada Guru, kpd org lain, Karena Anak adalah amanah dari ALLAH untuk kita, Subhanallah....."yang nitip ke kita bukan mahluk,...tapi ALLAH..mereka titipan ALLAH..."
Ajarkan kepada mereka membaca dan menghafal Qur'an, Ajarkan mereka sholat, yg laki2 sholat ke Masjid, Ajarkan mereka bagaimanamencintai ALLAH dan Rasulullah, menghormati ayah ibu, dan mengasihi saudaranya, ajarkan mereka adab-adab sunnah dalam kehidupan sehari-hari, ketika mereka sakit katakan minta kesembuhan pada ALLAH, obat dokter hanya perantara. Ajari mereka hanya berharap pada Allah, bukan mahluk, hingga kelak dia akan percaya diri dalam mengarungi kehidupan, karena dia yakin...Cukuplah bagiku ALLAH sebagai penolong.
Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan [Allah] sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar". (13)
Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1] Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (15)
[Luqman berkata]: "Hai anakku, sesungguhnya jika ada [sesuatu perbuatan] seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya [membalasinya]. Sesungguhnya Allah Maha Halus [2] lagi Maha Mengetahui. (16)
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah [manusia] mengerjakan yang baik dan cegahlah [mereka] dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan [oleh Allah]. (17)
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia [karena sombong] dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (18)
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [3] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (19)
(Suratul Lukman : 13-19)
Untuk yang belum menikah...jangan hanya pilih istri dr penampilan luar saja, Pilihkan Ibu yang baik untuk anak2 kalian kelak.
Ada yang lebih indah dihadapan Allah, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga.
Karena, Wanita yg Cantik adalah yg paham Syari'at.
Seperti Hadist Rasulullah saw:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)
Dan untuk yg sudah punya istri, tapi istrinya belom sholehah...La tahzan, dan jangan sampe rumah marah2....itulah PR bagi bapak2 semua, didik Istrinya, didik jangan hanya dgn kata2, suruh sana suruh sini...tapi contohkan, dengan perilaku suami yang baik, Jika akhlak suami baik, kami akan segan untuk berlaku tidak baik, kami akan terpacu untuk lebih baik, karena kami takut Allah pisahkan kami karena tdk sekufu dengan ke sholehannya. Dan Seorg suami akan diminta tanggung jawab mengenai Istri dan anaknya,
Ukhti Fillah, saudara2ku semua...,Semoga Saya, kamu, dan Kita semua Bisa Selalu Lebih baik dr hari ini, Agar Surga Merindukan Kita, Insyaa ALLAH.
Allahua'lam bishawab
sumber : echi sofyan FB
Medan, 08 Juni 09
kalau Ibunya baik, maka InsyaALLAH mereka akan jadi anak solih/ah.
Anak-anak yang dididik dengan baik akan jadi kebanggaan Orangtua ketika sdh dewasa, Yang akan mengangkat nama Ayah Ibu di bumi dan dilangit, Yang akan mendo`akan Ayah Ibu dan mejadi syafaat terbesar
Ketika amal semuanya terputus, msh ada anak yg akan doakan Ayah Ibu, selain shadaqah jariyah dan ilmu yg manfaat.
Bagaimana menjadi Madrasah terbesar bagi Anak-anak kita?
Seorang Ibu Harus banyak tilawah, baca Qur'an, amalkan, banyak ilmu dan luas wawasan, jg baik akhlaqnya.
Iklaslah dalam mendidik mereka, Ikhlaskan lelah kita. Jika kita Ikhlas maka apa yg kita kerjakan akan maksimal, akan menjadi ibadah, akan membawa berkah, akan membuat lapang, akan memudahkan, akan membawa kebahagiaan yg hakiki di dunia dan akhirat.
KEYWORD Agar dapat menjadi ibu yang baik:
- merasa diri selalau diawasi oleh Allah meskipun di malam gelap, di dalam kamar gelap, tanpa cahaya setitikpun dan sedang sendirian, bebas dari mata siapapun
- istiqomah
- ikhlas, segala sesuatu krn Allah, agar hidup menjadi lbh hidup...tdk pernah terpikir keuntungan apapun kecuali Ridha Allah saja
- meninggalkan hal-hal yg tdk manfaat (standar manfaatnya agama)
- menjauhi hal-hal syubuhat apalagi haram
- tdk akan melakukan hal-hal yg tdk diperintahkan agama, tidak ada sumbernya dalam agama, lingkuran kehidupan hanya dalam manhaj yg telah digariskan agama
- prinsip hidup ketika berinteraksi dgn org lain: berbuatlah kepada org lain sebagaimana ingin diperlakukan oleh org lain.
Mendidik anak jangan serahkan sepenuhnya kepada Guru, kpd org lain, Karena Anak adalah amanah dari ALLAH untuk kita, Subhanallah....."yang nitip ke kita bukan mahluk,...tapi ALLAH..mereka titipan ALLAH..."
Ajarkan kepada mereka membaca dan menghafal Qur'an, Ajarkan mereka sholat, yg laki2 sholat ke Masjid, Ajarkan mereka bagaimanamencintai ALLAH dan Rasulullah, menghormati ayah ibu, dan mengasihi saudaranya, ajarkan mereka adab-adab sunnah dalam kehidupan sehari-hari, ketika mereka sakit katakan minta kesembuhan pada ALLAH, obat dokter hanya perantara. Ajari mereka hanya berharap pada Allah, bukan mahluk, hingga kelak dia akan percaya diri dalam mengarungi kehidupan, karena dia yakin...Cukuplah bagiku ALLAH sebagai penolong.
Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan [Allah] sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar". (13)
Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1] Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (15)
[Luqman berkata]: "Hai anakku, sesungguhnya jika ada [sesuatu perbuatan] seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya [membalasinya]. Sesungguhnya Allah Maha Halus [2] lagi Maha Mengetahui. (16)
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah [manusia] mengerjakan yang baik dan cegahlah [mereka] dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan [oleh Allah]. (17)
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia [karena sombong] dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (18)
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [3] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (19)
(Suratul Lukman : 13-19)
Untuk yang belum menikah...jangan hanya pilih istri dr penampilan luar saja, Pilihkan Ibu yang baik untuk anak2 kalian kelak.
Ada yang lebih indah dihadapan Allah, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga.
Karena, Wanita yg Cantik adalah yg paham Syari'at.
Seperti Hadist Rasulullah saw:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)
Dan untuk yg sudah punya istri, tapi istrinya belom sholehah...La tahzan, dan jangan sampe rumah marah2....itulah PR bagi bapak2 semua, didik Istrinya, didik jangan hanya dgn kata2, suruh sana suruh sini...tapi contohkan, dengan perilaku suami yang baik, Jika akhlak suami baik, kami akan segan untuk berlaku tidak baik, kami akan terpacu untuk lebih baik, karena kami takut Allah pisahkan kami karena tdk sekufu dengan ke sholehannya. Dan Seorg suami akan diminta tanggung jawab mengenai Istri dan anaknya,
Ukhti Fillah, saudara2ku semua...,Semoga Saya, kamu, dan Kita semua Bisa Selalu Lebih baik dr hari ini, Agar Surga Merindukan Kita, Insyaa ALLAH.
Allahua'lam bishawab
sumber : echi sofyan FB
Medan, 08 Juni 09
Kamis, 08 Oktober 2009
Mario Teguh Golden Moment - MENDENGARKAN ADALAH SIKAP HATI

Today at 1:12pm
Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang menjadikan dirinya sebab bagi semua keberhasilan hidupnya.
Mudah-mudahan sapa saya di siang ini mendapati Anda dalam kesehatan dan kesungguhan kerja yang super, untuk menjadikan pekerjaan Anda hari ini sebagai pemungkin bagi keberhasilan-keberhasilan Anda berikutnya.
Terlampir adalah tulisan yang saya susunkan untuk pendengar dari program-program radio sindikasi nasional, yang saya selenggarakan 5 tahun yang lalu. Tanggal di file asli dari tulisan ini adalah 14 Agustus 2004.
Please kindly enjoy, absorb, and apply.
………..
Mario Teguh Golden Moment
MENDENGARKAN ADALAH SIKAP HATI
………..
Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik,
Kehidupan ini adalah sebuah buku yang terbuka lebar,
dan membuka dirinya bagi mereka yang ingin menemukan jawaban bagi semua pertanyaannya.
Sebagian membaca, dan mengerti.
Sebagian membaca, dan mengerti sebagian.
Ada yang selalu bertanya, tetapi tidak membaca.
Ada yang tidak membaca, tetapi berlaku seperti telah mengerti.
Banyak orang yang hanya memandang, tetapi tidak melihat.
Dan lebih banyak lagi, orang yang terlibat,
tetapi tidak menjadi bagian penting dari apa pun.
Itu sebabnya,
selain melihat dan terlibat dalam kesibukan bisnis dan kehidupan ini;
kita juga perlu mendengarkan,
dan mencapai transformasi diri yang dimungkinkan oleh mendengarkan.
Bertentangan dengan kecenderungan umum,
untuk mendahulukan berbicara karena kekhawatiran bahwa diri ini tidak terdengar;
biasakanlah diri ini untuk menahan bicara,
dan kemudian mendengar.
Karena,
jika kita berbicara, kita hanya bisa mengatakan yang sudah kita ketahui.
Tetapi,
jika kita mendengarkan, kita mungkin akan mendengar yang belum kita ketahui.
Seorang pendengar yang baik,
bukan mendengarkan karena dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan.
Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar.
Itu sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian, sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan.
Dan, jika cara-cara membaca yang baik belum ramah kepada diri ini;
maka gunakanlah cara termudah untuk belajar,
yaitu mendengarkan.
Jika bisnis dan kehidupan ini sebuah buku yang menjadi hidangan lezat bagi mata yang belajar, dia juga bisa menjadi pesta pora bagi telinga yang mendengar.
Bisnis dan kehidupan ini adalah sebuah buku audio,
yang berbisik, mendayu, gemerincing, dan menggelegak dengan nanyian suka-cita.
Sebuah perayaan yang merentang dari lembutnya nafas tidur bayi yang baru lahir semalam,
sampai ke gelora keberhasilan anak-anak kemanusiaan untuk mendatangkan kebaikan bagi saudara-saudaranya.
Pejamkanlah mata sebentar,
dengarkan dan perhatikan betapa banyaknya hal baik, penting, dan indah
yang telah lama tertindih dan tersingkirkan oleh keinginan-keinginan sesaat kita.
Yaitu hal-hal yang membutakan dan menulikan,
karena ketergesaan dan kelemahan yang tidak membangun kekuatan sejati untuk berjaya dalam bisnis dan kehidupan.
Diam-lah sejenak ...
Hening-lah, dengarkan, dan perhatikan.
Secara perlahan akan datang kesadaran-kesadaran baru.
Sebagian dari kesadaran itu berbisik mengenai penundaan-penundaan kita,
yaitu hal-hal penting yang harus kita lakukan.
Sebagian meniupkan semilir udara sejuk yang menenangkan,
karena lebih banyak hal yang menjadi wajar,
karena kesulitan adalah sama wajarnya dengan kemudahan.
Sebagian lagi membesarkan relung di hati ini bagi kemampuan mensyukuri dan memuja dengan lebih khusuk.
Itu sebabnya orang yang mendengar bisa melihat yang tidak kelihatan.
Itu juga sebabnya,
orang yang mudah berhasil dalam bisnis dan kehidupan adalah mereka yang bisa melihat sesuatu dengan jelas,
sebelum sesuatu itu menjadi jelas bagi banyak orang.
Mereka yang berhasil dengan jujur,
yang keberhasilannya dilestarikan dengan nama baik itu,
adalah mereka yang membiasakan dirinya melihat dengan pikirannya,
dan mendengar dengan hatinya.
Mendengarkan adalah sikap hati.
Memang awalnya,
kesediaan untuk mendengar bisa dimulai dengan keputusan pikiran untuk mengambil keuntungan dari mendengarkan,
tetapi akhirnya hanya hati yang baik yang secara alamiah mendahulukan mendengar.
Karena,
ledakan keras dan kebisingan berkelanjutan memang bisa membuat orang tuli.
Tetapi,
kerusakan pendengaran terparah adalah yang disebabkan oleh lidah yang sibuk dalam pementingan diri sendiri.
………..
Sahabat saya yang hatinya baik,
Mudah-mudahan tulisan sederhana di atas dapat menemani Anda dalam penghebatan kehidupan diri dan keluarga Anda tercinta.
Langganan:
Postingan (Atom)